Siapakah Nenek Moyang Semut? Bongkar Misteri Evolusi Koloni Kecil yang Mendunia!

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Kamis, 20 Februari 2025 | 07:13 WIB
Pernah kepikiran nggak, siapa nenek moyang semut? (https://www.pexels.com/@ekamelev/)
Pernah kepikiran nggak, siapa nenek moyang semut? (https://www.pexels.com/@ekamelev/)

VoxYouths.Com - Pernah nggak sih VoxYours kepikiran, dari mana asalnya semut yang suka banget nongkrong di meja makan atau bikin barisan panjang di dinding rumah?

Serangga kecil ini ada di mana-mana, dari hutan tropis sampe apartemen Voxyours. Mereka super sosial, hidupnya berkelompok, dan punya sistem kerja yang rapi banget.

Tapi, siapakah nenek moyang semut sebenernya?

 Baca Juga: Apa Burung Terindah di Dunia? Menjelajahi Keajaiban Warna dan Pesona Unggas

Nenek Moyang Semut

Jawabannya mungkin bakal bikin VoxYours kaget: nenek moyang semut itu adalah tawon! Iya, tawon yang suka nyengat itu.

Tapi bukan tawon biasa, ya. Lebih spesifiknya, mereka berevolusi dari kelompok tawon yang disebut vespoid sekitar periode Cretaceous, jaman dinosaurus masih jalan-jalan di Bumi.

Bayangin aja, di era dinosaurus, udah ada calon-calon semut yang lagi proses jadi serangga super kayak sekarang.

Semut sendiri masuk ke dalam keluarga Formicidae dan ordo Hymenoptera, yang juga ngebawahi lebah dan tawon. Jadi, masih satu keluarga besar gitu deh.

Terus, dari mana kita tau kalo semut punya hubungan sama tawon? Nah, ilmuwan nemuin fosil. Salah satu fosil paling terkenal namanya Sphecomyrma freyi. Fosil ini ditemuin di dalam getah pohon yang udah membatu, umurnya sekitar 80 juta tahun!

Baca Juga: Apakah Semua Ulat Berubah Menjadi Kupu-Kupu? Bukan Cuma Kupu-Kupu, Ulat Juga Bisa Jadi...

E.O. Wilson, ilmuwan terkenal, ikut andil juga dalam penemuan ini di tahun 1966. Fosil Sphecomyrma freyi ini jadi bukti kuat kalo semut modern emang punya hubungan erat sama tawon non-sosial. Semut purba ini punya campuran ciri-ciri semut modern dan tawon. Keren kan?

Evolusi semut juga nggak lepas dari evolusi angiosperma, atau tanaman berbunga. Sekitar 100 juta tahun lalu, tanaman berbunga mulai muncul dan nyebar.

Nah, di saat yang sama, semut juga mulai diversifikasi ekologi. Tanaman berbunga ini jadi sumber makanan baru buat semut.

Riset dari Matthew Nelsen dan timnya nunjukkin kalo penyebaran tanaman berbunga dari hutan ngebantu semut buat ngikutin dan beradaptasi ke habitat baru.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X