finansial

Dedolarisasi Makin Nyata, 90% Transaksi Bisnis Rusia-China Tanpa Dolar AS, Sinyal Apa Ini?

Rabu, 21 Agustus 2024 | 18:11 WIB
Ilustrasi Dedolarisasi (upaya buat ngurangin ketergantungan terhadap dolar AS). (Ummu Habibah / VoxYouths)

VoxYouths.Com - Wah, lagi scroll media sosial terus nemu berita yang cukup menarik nih, gengs. Ada kabar angin kalau Rusia dan China lagi gencar ngelakuin dedolarisasi.

Eh, dedolarisasi itu apa sih? Gampangnya, dedolarisasi adalah upaya buat ngurangin ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang utama dalam transaksi internasional.

Titik fokusnya jelas, Voxyours. Kedua negara ini lagi berusaha ngurangin penggunaan dolar AS, entah itu buat transaksi perdagangan, investasi, atau yang lainnya.

Kira-kira kenapa mereka ngelakuin ini ya? Ada apa emang sama dolar AS?

Baca Juga: Telkomsel Merugi di GOTO, IFW Minta Diusut Tuntas

Alasan di Balik Dedolarisasi Rusia dan China

Pertama, Voxyours, inget nggak kalau beberapa waktu lalu Rusia kena sanksi ekonomi besar-besaran dari negara Barat?

Nah, gara-gara sanksi ini, cadangan devisa Rusia yang kebanyakan dalam bentuk dolar AS jadi susah diakses.

Ribet banget, kan? Ini mungkin jadi salah satu alasan kenapa Rusia ngerasa perlu ngurangin ketergantungannya terhadap dolar AS.

Selain itu, Voxyours, kepercayaan terhadap dolar AS sebagai mata uang internasional juga lagi dipertanyakan.

Kebijakan ekonomi dan politik AS yang suka berubah-ubah bikin negara lain jadi was-was. Takutnya, nanti mereka juga bakal kena imbas kayak Rusia kalau nggak sejalan sama AS.

Di sisi lain, ekonomi Rusia dan China lagi menguat. Wajar dong kalau mereka pede ngelakuin dedolarisasi.

Mereka mungkin ngelihat ini sebagai kesempatan buat ningkatin pengaruh mereka di percaturan ekonomi global.

Gimana Cara Rusia dan China Dedolarisasi?

Gak cuma ngomong doang, Voxyours. Rusia dan China udah ngelakuin beberapa langkah konkret buat dedolarisasi.

Misalnya nih, mereka ngelakuin kerja sama ekonomi yang lebih erat, baik secara bilateral (antar dua negara) maupun multilateral (antar beberapa negara).

Halaman:

Tags

Terkini