Dampak Merger Grab-GoTo Ke Masyarakat Menurut Rhenald Kasali
Lebih lanjut, Rhenald menyebut bahwa dalam ekosistem GoTo, ada sekitar 3,1 juta driver ojek online terdaftar dan 20,1 juta pelaku UMKM.
Ini artinya merger Grab-GoTo bukan cuma soal bisnis, tapi juga bakalan ngaruh ke banyak banget lapangan kerja di Indonesia.
"Menyangkut kepentingan kebanggaan nasional, soal kepentingan data, soal lapangan kerja, dan jaring pengaman ekonomi nasional," terangnya.
Bener banget apa yang dibilang Rhenald. Ini bukan cuma urusan siapa yang bakal nguasain pasar.
Tapi juga tentang nasib jutaan pekerja dan UMKM yang hidupnya tergantung sama ekosistem digital ini.
Di akhir pernyataannya, Rhenald mengajukan pertanyaan yang bikin kita semua mikir:
"Bukankah dalam setiap hal yang menyangkut keempat hal strategis itu, negara biasanya turun tangan?"
Isu ini menyangkut kebanggaan nasional, data penduduk, lapangan kerja, dan ekonomi nasional, wajar banget kalo pemerintah ikut campur tangan.
Soalnya dampaknya bukan cuma ke pengguna aplikasi, tapi ke seluruh ekosistem ekonomi digital Indonesia.
Jadi, gimana menurutmu? Perlukah merger Grab-GoTo ini diawasi ketat sama pemerintah?
Atau malah seharusnya merger ini nggak boleh terjadi sama sekali?
Yang jelas, ini adalah topik yang bakal terus hangat diperbincangkan dan perlu kita perhatikan bareng-bareng.***
Baca Juga: Di Tengah Perang Dagang, Indonesia-Jepang Malah Perkuat Kerja Sama Lewat Proyek AZEC, Ada Apa?
Artikel Terkait
Jangan Panik! Raymond Chin Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Dampak Tarif Trump ke RI!
QRIS dan GPN Jadi Sorotan Trump, Airlangga Tegaskan Indonesia Terbuka untuk Operator Global
Trump Soroti Mangga Dua sebagai 'Pasar Barang Bajakan', Airlangga: Tidak Ada dalam Negosiasi Dagang RI-AS
LG Mundur dari Proyek Baterai RI, Pengamat: Jangan Remehkan IHSG!
AS-China Akhirnya Duduk Bareng di Jenewa, Perang Dagang Segera Berakhir?