VoxYouths.Com - VoxYours, lagi rame nih soal aturan baru dari Kementerian Komunikasi dan Digital! Permenkomdigi Nomor 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial jadi hot topic belakangan ini.
Nah, aturan ini sebenernya ngatur segala macem hal tentang layanan pos, mulai dari surat-menyurat (baik elektronik maupun fisik), pengiriman paket, urusan logistik, sampe transaksi duit dan keagenan pos.
Baca Juga: Belanja Online Berubah! Gratis Ongkir Kini Dibatasi 3 Hari Sebulan, Cek Faktanya
Yang bikin netizen heboh belakangan ini adalah soal pembatasan diskon ongkos kirim yang ada di Pasal 45. Penasaran sama isinya? Here we go!
Di Pasal 45 Ayat 3 dan 4 disebutin kalau:
- Diskon yang bikin tarif layanan pos komersial jadi lebih rendah dari biaya pokok cuma boleh dikasih dalam waktu tertentu
- Waktu tertentu yang dimaksud maksimal 3 hari dalam sebulan
Banyak yang langsung panik nih, takut promo gratis ongkir di e-commerce bakal hilang. Tapi tunggu dulu!
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah udah kasih penjelasan yang menenangkan.
Baca Juga: Ironi Hijab Impor dari China, Gubernur BI: UMKM Pesantren Harusnya Bisa Jadi Sentra Produksi
Menurutnya, aturan ini bukan buat ngelarang promo gratis ongkir dari platform e-commerce kok. Yang dibatasin itu diskon yang dikasih langsung sama perusahaan kurir.
Lebih detailnya, diskon yang dibatasin itu cuma yang berkaitan sama biaya kirim murni. Maksudnya apa?
Ya yang mencakup jasa kurir, biaya transport antarkota, proses sorting barang, dan layanan pendukung lainnya.
Sementara itu, PT Pos Indonesia malah mendukung banget aturan yang disahkan tanggal 9 Mei 2025 ini.
Bos besarnya, Faizal R Djoemadi, bilang kalau aturan ini bakal bikin persaingan di sektor logistik dan kurir jadi lebih sehat.
Baca Juga: Tren Kopi Pakai Santan di China Bikin Harga Kelapa Indonesia Naik, Kok Bisa?