analisis-pasar

Jangan Panik! Raymond Chin Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Dampak Tarif Trump ke RI!

Selasa, 15 April 2025 | 18:26 WIB
Potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) dan Influencer Indonesia, Raymond Chin (kanan). ((Instagram.com/@potus - @raymondchins))

VoxYouths.Com - VoxYours, akhir-akhir ini, media sosial lagi rame banget ngomongin kebijakan tarif balasan ala Presiden AS, Donald Trump. Kebijakan ini nggak cuma ngarah ke Indonesia aja lho, tapi juga ke beberapa negara lain.

Yang bikin heboh, kebijakan Trump ini katanya bikin pasar saham global goyang-goyang nggak karuan. Nggak heran kalau banyak pebisnis yang langsung dag-dig-dug nggak karuan.

Baca Juga: Trump Tunda Tarif Impor, IHSG Melesat 5,5% ke Zona Hijau!

Nah, di tengah kehebohan ini, Raymond Chin, influencer sekaligus pengusaha startup Ternak Uang, nyoba ngasih pandangan yang beda.

Menurutnya, Indonesia kurang jago dalam hal menenangkan warganya pas situasi kayak gini.

"Sebenernya Indonesia gagal dalam satu hal yang crucial banget nih, yaitu gimana cara bikin warganya tenang," begitu kata Raymond dalam channel YouTube-nya yang dilihat pada Selasa, 15 April 2025.

Baca Juga: Pukulan Telak untuk Tesla: Elon Musk Gagal Melobi Trump Soal Tarif Impor

Yang menarik, Raymond ngasih tau fakta yang mungkin banyak orang belum tau. "Kalau diliat dari nilai ekspornya, Indonesia tuh sebenernya kontribusinya kecil banget ke perekonomian dibanding negara lain. Yang ke AS aja cuma 2,5 persen dari total GDP kita," jelasnya.

Menurut Raymond, ini justru bisa jadi berkah tersembunyi buat Indonesia. "Ini sebenernya hoki kita lho. Harusnya kita nggak usah terlalu khawatir," ujarnya santai.

Terus kenapa kemarin pasar saham sempet anjlok dan banyak yang panik? Raymond punya jawabannya: "Simpel aja sih, karena emang banyak banget ketidakpastian di tingkat global."

Baca Juga: Kebijakan Kontroversial Trump Bikin Harga Batu Bara Meroket, Indonesia Ikut Kebagian Cuan?

Jadi intinya, meski situasi global lagi nggak menentu, Indonesia masih punya 'bantalan' yang lumayan kuat.

Ekspor kita ke AS yang relatif kecil justru bisa jadi pelindung dari guncangan ekonomi yang lebih besar.***

Tags

Terkini