Jumlah Korban Tragedi Mandor
Soal jumlah korban ini masih jadi perdebatan. Menurut catatan sejarah, ada sekitar 21.037 orang yang dibantai.
Tapi pihak Jepang ngotot kalo korbannya cuma 1.000 orang. Siapa yang bener? Kita nggak tau pasti.
Yang jelas, korbannya bukan cuma kaum cendekiawan atau bangsawan.
Banyak juga rakyat biasa yang nggak tau apa-apa ikut jadi korban. Miris banget ya?
Dampak Tragedi Mandor
Tragedi ini bener-bener bikin shock masyarakat Kalimantan Barat.
Coba bayangin, dalam satu hari, ribuan orang penting mereka lenyap begitu aja.
Belum lagi banyak rakyat biasa yang juga jadi korban.
Yang bikin tambah aneh, Jepang juga ngelarang penggunaan pisau.
Entah apa alasannya, tapi ini jelas bikin hidup rakyat makin susah.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Suku Tengger: Tradisi, Budaya, dan Kehidupan di Kaki Gunung Bromo
Peringatan Hari Berkabung
Sejak peristiwa itu, tanggal 28 Juni diperingati sebagai Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat. Ini bukan cuma sekedar formalitas, tapi juga moment buat kita semua buat:
- Mengenang jasa para pahlawan yang gugur
- Belajar dari sejarah supaya kejadian serupa nggak terulang
- Menghargai perjuangan para pendahulu kita
- Merefleksikan diri: apa yang bisa kita lakukan untuk negeri ini?
Nah, itulah cerita di balik Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat yang diperingati setiap tanggal 28 Juni.
Meski udah berlalu 80 tahun, kisah Tragedi Mandor dan perjuangan Sultan Muhammad Alkadrie tetep relevan buat kita semua.
Yuk, kita sama-sama mengenang jasa para pahlawan dan belajar dari sejarah. Jangan lupa share artikel ini ke temen-temen kalian supaya mereka juga tau tentang sejarah penting ini!***
Artikel Terkait
18 Mei Diperingati Sebagai Hari Museum Internasional: Yuk, Jelajahi Sejarah dan Temanya di Tahun 2024
Suku Samin: Menelusuri Kehidupan Masyarakat Adat yang Unik di Pedalaman Blora