Menelusuri Jejak Suku Tengger: Tradisi, Budaya, dan Kehidupan di Kaki Gunung Bromo

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Jumat, 7 Juni 2024 | 21:23 WIB
Tradisi Unan-unan Suku Tengger. (https://www.rri.co.id/)
Tradisi Unan-unan Suku Tengger. (https://www.rri.co.id/)

VoxYouths.Com - Di kaki Gunung Bromo yang megah, Voxyours, ada lho komunitas unik bernama Suku Tengger. Mereka terkenal dengan tradisi, budaya, dan kearifan lokalnya yang bikin kagum!

Konon, Suku Tengger adalah keturunan R. Jaka Sura, pangeran Majapahit yang melarikan diri dari perebutan tahta.

Bersama Putri Kencanawungu, mereka membangun komunitas baru di lereng Bromo dan melahirkan keturunan yang kita kenal sebagai Suku Tengger.

Baca Juga: 18 Mei Diperingati Sebagai Hari Museum Internasional: Yuk, Jelajahi Sejarah dan Temanya di Tahun 2024

Tradisi dan Kepercayaan yang Unik

Suku Tengger memeluk agama Hindu dan menjadikan Gunung Bromo sebagai gunung suci tempat para dewa bersemayam.

Upacara Yadnya Kasada menjadi puncak tradisi tahunan mereka untuk menghormati leluhur dan memohon berkah dari para dewa.

Upacara ini meriah banget lho, Voxyours, dan menarik banyak wisatawan!

Selain Yadnya Kasada, ada banyak tradisi unik lainnya, seperti Upacara Karo (meminta hujan), Upacara Unan-Unan (menyambut bulan baru), dan Upacara Sikut-Sikut (membersihkan desa dari roh jahat).

Kehidupan Sehari-hari yang Sederhana dan Penuh Gotong Royong

Suku Tengger hidup sederhana, Voxyours. Mereka bertani dan beternak untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Keahlian mereka dalam membuat kerajinan tangan dari alam pun patut diacungi jempol! Rumah adat mereka terbuat dari kayu dan bambu, beratapkan jerami.

Gotong royong dan saling membantu menjadi ciri khas kehidupan Suku Tengger. Mereka selalu bahu membahu dalam menyelesaikan pekerjaan dan menjaga keharmonisan komunitas.

Kearifan Lokal yang Menginspirasi

Suku Tengger memiliki kearifan lokal yang kuat dalam menjaga kelestarian alam. Gunung Bromo mereka anggap sebagai tempat suci yang harus dihormati dan dilestarikan.

Menanam pohon di lereng Bromo menjadi tradisi untuk mencegah erosi dan menjaga keseimbangan alam.

Kearifan lokal ini patut kita jadikan contoh dalam menjaga lingkungan dan hidup selaras dengan alam.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: Wikipedia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X