viral

Viral! Anggur Shine Muscat Bikin Sekeluarga di Malaysia Sakit, Indonesia Bilang Aman?

Kamis, 31 Oktober 2024 | 16:57 WIB
Potret produk anggur shine muscat di sebuah mini market. ((X.com@raynahasan))

VoxYouths.Com - VoxYours, lagi heboh nih di medsos! Ada ibu-ibu dari Malaysia yang curhat pengalaman nggak enaknya setelah keluarga dia makan anggur shine muscat.

Padahal katanya udah dicuci bersih, tapi tetep aja bikin mereka batuk-batuk sama demam.

"Ini ya yang bikin batuk sama demam setelah makan anggur ini? Padahal kita udah sering beli lho. Tapi kok tiap kali sekeluarga abis makan, pasti batuk-batuk meski udah dicuci bersih," tulis akun @sarinizainal di X (dulu Twitter) tanggal 29 Oktober 2024.

Baca Juga: Suswono Sarankan Janda Kaya Nikahi Pemuda Pengangguran, Warganet Bereaksi Keras: 'Ini Red Flag Banget!'

Curhatannya langsung viral banget, lho! Udah dilihat lebih dari sejuta orang dan di-share ulang 4,1 ribu kali.

Ternyata, Thailand Udah Kasih Peringatan!

Nggak main-main nih, Thai-PAN (Jaringan Peringatan Pestisida Thailand) nemuin fakta mencengangkan soal anggur muscat ini.

Mereka bilang anggur ini ngandung banyak bahan kimia berbahaya, salah satunya klorpirifos. Thailand bahkan udah ngelarang peredaran anggur shine muscat gara-gara ini.

Thai-PAN sama Yayasan Konsumen Thailand nggak cuma ngomong doang. Mereka udah nguji 24 sampel anggur yang laris di Thailand, mulai dari yang dijual di ritel sampe pasar basah.

Baca Juga: Ditagih Uang Damai Rp50 Juta? Begini Fakta Terbaru Guru Supriyani yang Dituding Aniaya Murid SD di Sultra

Hasilnya? Duh, mereka nemu 14 bahan kimia berbahaya yang levelnya di atas batas aman (0,01 mg/kg).

Total ada 50 residu bahan kimia, dan 22 di antaranya bahkan belum diatur sama hukum Thailand!

Cuitan warganet terkait anggur shine muscat. ((X.com@sarinizainal))

Malaysia Langsung Bertindak

Kemenkes Malaysia nggak tinggal diam. Mereka langsung ngecek anggur-anggur impor yang beredar, dan bener aja - ketemu residu kimia yang kebanyakan, termasuk di anggur muscat.

"Kita prihatin sama kekhawatiran konsumen. Kita bakal terus mantau di titik masuk dan pasar lokal buat mastiin makanan yang beredar aman," kata mereka tanggal 28 Oktober 2024.

Halaman:

Tags

Terkini