VoxYouths.Com - VoxYours, kasus yang bikin geger Banjarbaru akhirnya mulai terkuak, nih!
Reka ulang pembunuhan Juwita yang dilakukan oleh Kelasi Satu Jumran dari TNI AL udah dilaksanakan pada Sabtu, 5 April 2025. Dari sini, terbongkar deh gimana kejadian sebenarnya.
Sebelumnya, Juwita yang kerja sebagai jurnalis media online ditemukan nggak bernyawa di pinggir jalan menuju Gunung Kupang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penemuan ini terjadi pada Sabtu, 22 Maret 2025, sekitar jam 14.57 WITA.
Baca Juga: Selebgram Ayu Aulia, Saksi Hidup Ungkap Kebenaran: Lisa Sudah Hamil Sebelum Kenal RK?
Awalnya, banyak yang ngira ini cuma kecelakaan tunggal biasa. Tapi setelah tim penyidik nemuin beberapa hal yang janggal, akhirnya disimpulin kalau ini sebenernya kasus pembunuhan.
Nah, dari hasil reka ulang yang udah dilakukan, ternyata pembunuhan ini terjadi di dalam mobil sewaan pelaku. Jumran melakukan aksinya dengan cara yang udah direncanain mateng-mateng.
Dedi Sugiarto, pengacara keluarga korban, ngasih penjelasan waktu reka ulang: "Rekonstruksinya dimulai dari bagaimana korban dipindah ke belakang mobil kemudian dilakukanlah pembunuhan dengan cara pertama dipiting kemudian dicekik."
Baca Juga: Update Kasus Juwita: TNI AL Konfirmasi, Mabes TNI Bantah Keterlibatan Kelasi J
Yang bikin kasus ini makin miris, ternyata semua kejadian udah diatur rapi sama pelaku. "Kejadian sudah diatur mulai dari awal hingga jasad korban diletakkan di pinggir jalan," tambah Dedi.
Investigasi yang dilakukan tim penyidik juga ngungkapin fakta lain yang bikin merinding. HP korban diambil dan dihancurin sama pelaku karena ada bukti-bukti penting di dalamnya.
Tim penyidik masih terus mendalami kasus ini buat mastiin semua bukti dan fakta bisa terungkap dengan jelas.
Baca Juga: 2 Bulan Menuju Pernikahan, Wartawati Juwita Malah Tewas di Tangan Calon Suami TNI AL
Kasus yang awalnya dikira kecelakaan ini ternyata nyimpen cerita yang jauh lebih kompleks dan bikin kita semua miris.
Peristiwa ini jadi pengingat buat kita semua akan pentingnya kewaspadaan. Juga jadi cambukan buat aparat penegak hukum buat nyelesein kasus ini sampe tuntas dan memberikan keadilan buat korban dan keluarganya.