VoxYouths.Com - VoxYours, ada kabar mengejutkan nih dari Banjarbaru! Seorang wartawan media online bernama Juwita yang masih berusia 23 tahun ditemukan tewas. Kasus ini langsung bikin geger dan bikin organisasi pers turun tangan.
PWI sama AJI nggak tinggal diam. Mereka langsung angkat suara dan minta kepolisian buat serius menangani kasus ini.
Nggak main-main, mereka minta penyelidikannya harus transparan dan super profesional!
Baca Juga: Update Kasus Bos Rental: 5 Alasan Pengadilan Bebaskan Pelaku dari Ganti Rugi
PWI Kalimantan Selatan lewat ketuanya, Zainal Helmie, udah siap banget buat backup keluarga Juwita. Mereka nawarin bantuan hukum secara cuma-cuma lho!
"Kita udah siap banget buat bantu keluarga Juwita. Kalau mereka mau didampingi tim hukum PWI Kalsel, kita bakal langsung tunjuk pengacara buat dampingi mereka," ungkap Zainal pas ngasih keterangan resmi di hari Selasa, 25 Maret 2025.
Zainal juga ngasih penekanan kalo kasus kematian jurnalis tuh nggak bisa dianggap enteng. Soalnya, ini ada hubungannya sama kebebasan pers dan keamanan para wartawan yang lagi ngejalanin tugasnya.
Baca Juga: Mantan Napi Susah Dapat Kerja, Menteri HAM Ngajuin Penghapusan SKCK ke Kapolri!
Di sisi lain, AJI Persiapan Banjarmasin juga ikutan bersuara nih lewat akun Instagram resmi mereka @aji.indonesia.
Mereka nggak cuma nyampaiin duka, tapi juga bikin 4 tuntutan keras ke kepolisian:
- Polisi harus transparan banget dalam penyelidikan. Nggak boleh ada yang ditutup-tutupi, dan info harus dibagi ke publik secara rutin.
- Jurnalis harus dijamin keamanannya. Ini tugas penting buat polisi dan pemerintah, mastiin wartawan bisa kerja dengan aman tanpa ancaman.
- Hukumnya harus ditegakkan sampe ke akar-akarnya. Nggak boleh ada yang coba-coba intervensi atau nutupin fakta.
- Jurnalis dan masyarakat harus kompak mengawal kasus ini. AJI ngajak semua pihak buat terus pantau perkembangannya.
Baca Juga: Kisah Pilu Bang Madun: Warung 25 Tahun Nyaris Gulung Tikar Gara-gara Review Food Vlogger
Sasmito Madrim selaku Ketua AJI Indonesia juga angkat bicara nih. Dia bilang kasus ini super serius, apalagi nyangkut keselamatan jurnalis.
"Kita nggak bisa main-main sama keselamatan jurnalis. Mereka harus dilindungi hukum. Kalau sampai terbukti kematian Juwita ada hubungannya sama kerjaan dia sebagai wartawan, ini bahaya banget buat kebebasan pers di Indonesia," tegas Sasmito pas diwawancara hari Rabu, 25 Maret 2025.
Artikel Terkait
Waduh! KPK Ungkap Permainan di Program Makan Gratis, Ini Faktanya
Mengungkap Kedok Sindikat Pemalsuan Dokumen Sunda Archipelago: Dari STNK hingga Sertifikat Tanah
IHSG Anjlok: Sri Mulyani Diisukan Hengkang, Dasco Buka Fakta Sebenarnya
Di Tengah Demo, UU TNI Resmi Disahkan! Ini Jawaban Tegas Dasco
Heboh! Ladang Ganja Seluas 1 Hektar Ditemukan di Kawasan Bromo