Voxyouths.com - Berita soal kasus penembakan 5 WNI di perairan Tanjung Rhu, Selangor belum menemukan titik temu.
Sebelumnya, diberitakan kalau terjadi penembakan terhadap lima WNI yang dilakukan sama Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).
Perkembangan kasus menunjukkan kalau penembakan itu terjadi karena APMM mengaku mendapat serangan dari kapal yang ditumpang 5 WNI itu.
Menurut keterangan yang diberi APMM, penumpang kapal tersebut mencoba melakukan serangan dengan senjata tajam.
Dari 5 WNI korban penembakan, 2 di antaranya meninggal dunia.
Menteri Dalam Negeri Malaysia, Saifuddin Nasution, mengeluarkan statement kalau kejadian ini sama polanya dengan penyelundupan narkoba dan senjata yang udah pernah terjadi.
Tapi tunggu dulu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI langsung angkat bicara soal tuduhan ini nih.
Baca Juga: Kasus Penembakan 5 WNI di Malaysia Membesar: Dugaan Kuat Ada Jaringan Narkoba dan Senjata
Kemlu RI: Tidak Ada Indikasi Keterlibatan WNI dalam Penyelundupan Narkoba dan Senjata
Judha Nugraha, selaku Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Dia bilang, berdasarkan hasil wawancara sama tiga WNI yang selamat (dan sekarang udah dalam kondisi aman), nggak ada bukti keterlibatan mereka dalam bisnis terlarang itu.
"Tidak ada informasi tentang narkoba dan senjata," kata Judha saat bertemu media di gedung Kemlu Jakarta Pusat pada Jumat, 7 Februari 2025.
Tapi Kemlu RI tetep menghormati Malaysia buat nyelidikin kasus ini lebih dalam.
Apalagi kewenangan penyelidikan memang ada di pihak Malaysia.
"Sekali lagi, tentu itu kewenangan pihak Malaysia untuk membuka kemungkinan penyelidikan kepada hal-hal sebelumnya selama tentunya didukung dengan bukti-bukti yang baik," ujarnya.