news

Masyarakat Jangan Salah Paham Lagi, Dadan Hindayana Ungkap Kebenaran Soal Isu Menu Serangga di Program MBG

Rabu, 5 Februari 2025 | 21:11 WIB
Kepala BGN klarifkasi tentang menu serangga untuk MBG. ((Instagram.com/badangizinasional.ri))

VoxYouths.Com - VoxYours, program Makan Bergizi Gratis atau yang kita kenal dengan MBG udah mulai jalan nih sejak 6 Januari 2025.

Nah, belakangan ini netizen dihebohkan sama ide yang dilontarkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Kenapa? Karena Dadan selaku Kepala BGN nyebut soal kemungkinan masuknya menu serangga sampai ulat sagu dalam program MBG ini!

Baca Juga: Presiden Prabowo Evaluasi Program MBG: Ketua MPR Sebut Ada Beberapa Poin yang Perlu Disempurnakan

Sebenernya apa sih yang bikin heboh? Jadi gini, Dadan sempat bilang kalau potensi alam di tiap daerah bisa banget nih buat mendukung program MBG.

Terus, beliau nyebutin kalau serangga dan ulat sagu bisa jadi salah satu pilihan menu protein di daerah yang emang udah biasa makan makanan kayak gitu.

"Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga, belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein," kata Dadan pas hadir di acara Rapimnas Pira Gerindra, 25 Januari 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Baca Juga: Dari Belalang Sampai Ulat Sagu, Badan Gizi Nasional Ungkap Menu MBG Bakal Tergantung Sama Daerahnya!

"Itu salah satu contoh ya, kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu, bisa jadi menu di situ," tambahnya.

Yang menarik nih, ternyata BGN nggak bikin standar menu nasional buat program MBG ini lho!

Kenapa? Soalnya Indonesia kan negara kepulauan, tiap daerah punya kebiasaan makan yang beda-beda. BGN cuma ngasih instruksi soal komposisi gizinya aja, bukan menunya.

Nah, karena udah bikin heboh, Dadan akhirnya klarifikasi nih pas ketemu media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 3 Februari 2025.

Baca Juga: Program MBG Tetap Jalan Selama Ramadhan, BGN Bakal Ubah Packaging?

"Kami waktu menyampaikannya itu, kan kami sampaikan ada masyarakat tertentu yang suka itu," jelasnya. "Jadi untuk masyarakat yang tidak suka itu, tidak mungkin menggunakan itu."

Halaman:

Tags

Terkini