news

Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya, M Qodari: Fasilitas Setara Sekolah Swasta Mahal

Rabu, 29 Juli 2026 | 17:20 WIB
Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya, M Qodari: Fasilitas Setara Sekolah Swasta Mahal

VoxYouths.com - SURABAYA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya pada Selasa (28/7/2026). Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare ini diproyeksikan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

Sekolah Rakyat Terintegrasi mengusung konsep unik dengan menyatukan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan. Pada tahap awal, sekolah ini dirancang untuk menampung sekitar 370 siswa.

Dalam kunjungannya, Qodari melihat langsung berbagai sarana yang telah disiapkan, mulai dari ruang guru, asrama siswa, laboratorium, lapangan olahraga, tempat ibadah, kantin, hingga guest house.

Ia menilai kualitas dan kemewahan fasilitas di sekolah ini tak kalah dari sekolah swasta papan atas, namun dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu.

"Fasilitasnya luar biasa. Biasanya sekolah swasta yang sangat bagus dan mahal yang memiliki fasilitas seperti ini, tetapi justru di sini ditujukan untuk kalangan yang kurang beruntung," ujar Qodari dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Buka Akses Pendidikan Berkualitas untuk Warga Kurang Mampu

Qodari menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat ini dirancang khusus untuk memberi kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kelompok Desil 1 dan Desil 2 (masyarakat berpenghasilan terendah) agar bisa mengakses pendidikan berkualitas.

Beberapa poin penting terkait pengoperasian sekolah ini meliputi:

  • Siswa Transisi: Calon murid yang akan menempati gedung baru ini saat ini tengah mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat transisi.

  • Wujud Program Prioritas: Pembangunan fisik ini merupakan bukti nyata dari implementasi program Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.

  • Mobilitas Sosial: Pendidikan berkualitas ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga peserta didik.

"Mudah-mudahan tempat ini menjadi jalan bagi perubahan nasib anak-anak kita yang kurang beruntung. Ini mengangkat harkat dan martabat rakyat Indonesia agar semua memiliki kesempatan yang sama untuk maju," pungkas Qodari.***

Tags

Terkini