"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," ujar Wijayanto dalam keterangan tertulis, pada Selasa, 28 Juli 2026.
Wijayanto menilai, gempa tersebut tergolong sebagai gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan, pergerakan patahan bertipe geser (strike slip).
Hingga Selasa, 28 Juli 2026, pukul 19.30 WIB, BMKG masih mencatat satu gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 6,3 di Kumamoto, Jepang.***