news

Marak Kasus Keracunan MBG, Ini Jawaban Resmi BGN Soal Siapa yang Tanggung Biaya Pengobatan

Minggu, 2 Maret 2025 | 17:54 WIB
Kepala BGN sebut pihak SPPG bisa menanggung pengobatan untuk siswa keracunan karena MBG. ((Instagram/badangizinasional.ri))

VoxYouths.Com - VoxYours, setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi jalan pada 6 Januari 2025 kemarin, beberapa kali nih muncul kasus keracunan MBG yang bikin heboh.

Nah, soal ini Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, angkat bicara. Menurutnya, masalah ini muncul karena para mitra MBG masih kurang pengalaman dalam nyiapin makanan dalam jumlah besar.

"Yang kena masalah kebanyakan satuan pelayanan yang baru mulai aja," jelas Dadan pas lagi di Kompleks Akademi Militer, Magelang, Kamis (27/2/2025).

Baca Juga: Prabowo Larang Pakai Minyak Goreng Berulang Kali untuk MBG, Ini Bahaya yang Mengancam Kesehatan

Beda cerita sama SPPG yang udah lama berkecimpung di dunia masak porsi besar. Mereka udah lebih mahir dan gak kesulitan ngolah makanan buat MBG dalam jumlah banyak.

"Soalnya kan beda ya, dari biasa masak buat 1-10 porsi, tiba-tiba harus masak 1.000 sampai 3.000 porsi. Butuh waktu buat adaptasi, terutama soal kematangan makanannya," tambah Dadan.

Kabar baiknya nih, buat yang kena keracunan MBG gak perlu khawatir soal biaya pengobatan. Dadan memastikan SPPG yang bertanggung jawab bakal nanggung semua biaya pengobatan.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Marak, BGN: Mitra Baru Masih Kurang Pengalaman

"Di setiap porsi MBG itu udah termasuk biaya bahan baku sama operasional. Biaya operasional di satuan pelayanan sifatnya at cost, jadi bisa dipake buat hal-hal kayak gini," jelasnya pas ketemu media di Lanud Halim Perdanakusuma (28/2/2025).

Soal nominal, biaya operasional per porsi MBG bervariasi mulai dari Rp1.000 sampai Rp3.000. Dana ini juga dipake buat gaji para sukarelawan yang terlibat dalam program MBG.

Yang penting nih, evaluasi program MBG ini terus dilakukan tiap hari. "Kita saranin buat SPPG yang baru mulai, jangan langsung ambil porsi banyak. Mulai dari 100-190 porsi dulu aja," kata Dadan.

Baca Juga: Program MBG Bisa Sumbang 0,7% ke PDB, Sri Mulyani: Seperti Memiliki Pesta Pernikahan Setiap Hari

Wapres Gibran juga udah ngomong soal ini pas kunjungan ke SMAN 13 Jakarta Utara (18/2/2025).

Dia ngaku program MBG masih baru dan masih banyak yang perlu dibenerin. Pemerintah juga welcome banget sama masukan atau kritik dari masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini