VoxYouths.Com - VoxYours, Polda Metro Jaya baru aja menggerebek sindikat nakal yang main-main sama gas elpiji subsidi di Jakarta sampai Bekasi. Kejadiannya Kamis kemarin, 13 Februari 2025.
AKBP Indrawienny Panjiyoga dari Wadir Reskrimsus Polda Metro Jaya ngasih tau kalau para pelaku ini punya 'keahlian' khusus.
Mereka jago banget mindahin isi gas melon yang harusnya buat rakyat kecil ke tabung gede yang nggak disubsidi.
"Jadi mereka mindahin gas dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg sama 50 kg yang kosong," jelas Panjiyoga pas jumpa pers di Jakarta.
Nah, biar pada tau nih, gudang tempat mereka beraksi nggak cuma satu lokasi. Ada di tiga tempat berbeda: Kabupaten Bekasi, Jakarta Selatan, sama Jakarta Barat. Kreatif banget ya pelakunya!
Yang bikin kaget, cara mereka ngoplos gas ini ternyata pakai trik khusus. Mereka modifikasi pipa regulator dan pake es batu biar gasnya bisa pindah dari tabung kecil ke yang gede.
Soal modal? Wah, ternyata nggak seberapa dibanding untungnya! Buat ngisi satu tabung 12 kg, mereka butuh empat tabung melon dengan modal sekitar Rp80-100 ribu.
Sedangkan buat tabung 50 kg, butuh 17 tabung melon dengan modal Rp306-340 ribu.
Yang lebih mencengangkan lagi nih, ternyata ada pembagian tugas yang rapi banget. Ada yang jadi 'dokter' alias tukang suntik gas (W, MR, dan MH), ada yang jadi penjual (MS, P, MR), pengawas (M), distributor oplosan (T), sampai pemilik bahan baku sekaligus pangkalan (S).
Keuntungannya? Gila-gilaan! Buat tabung 12 kg, mereka dapet cuan Rp80-100 ribu per tabung.
Baca Juga: BMKG Dipotong Rp1,4 Triliun: Layanan Gempa dan Tsunami Tetap 24 Jam!
Yang bikin melongo, buat tabung 50 kg bisa nyampe Rp560-694 ribu per tabung. Lumayan kan buat belanja bulanan?
Artikel Terkait
Polri dan Kejagung Selamat, Ini 10 Daftar Kementerian yang Mengalami Pengurangan Anggaran
Usai Dipecat, Wenny Myzon Mantan Pegawai PT Timah 'Spill' Dugaan Korupsi Petinggi BUMN!
Prabowo Tegaskan: Penghematan Anggaran untuk Kepentingan Rakyat, Bukan Basa-basi!
Heboh! Kejagung Gerebek Kantor Ditjen Migas, Ada Apa dengan Pertamina?
Subsidi Gas Melon Tak Tepat Sasaran? Bahlil Rencanakan Badan Pengawas Khusus LPG 3 Kg