Cek Kesehatan Gratis Mulai 10 Februari, Begini Cara Daftarnya: Kuota Dibatasi?

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Senin, 10 Februari 2025 | 17:58 WIB
Imbas Pemangkasan Anggaran, Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diminta Tetap Optimal.  ((Freepik/senivpetro))
Imbas Pemangkasan Anggaran, Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diminta Tetap Optimal. ((Freepik/senivpetro))

PKG ini ditujukan buat semua kelompok umur lho, targetnya sekitar 280 juta penduduk bakal bisa dapet manfaatnya.

Untuk awalnya, pemeriksaan kesehatan gratis ini bakal tersedia di 10.000 puskesmas dan 15.000 klinik yang udah ditunjuk.

Programnya dibagi jadi dua kelompok: anak-anak di bawah enam tahun dan yang udah di atas enam tahun.

Baca Juga: Trump Berencana Bubarkan Kementerian Pendidikan AS, Elon Musk Jadi Tangan Kanan

Kuota PKG di Puskesmas: 30 Orang Per Hari

Biar nggak ngantri panjang, pemerintah nerapin sistem kuota harian. Tiap puskesmas bakal nerima maksimal 30 orang per hari, dan pendaftarannya lewat sistem digital.

"Kita tetapin kuota maksimal 30 pendaftaran per hari lewat aplikasi SATUSEHAT mobile," jelas Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, Maria Endang Sumiwi, pas konferensi pers, Jumat 7 Februari 2025.

Lewat aplikasi SATUSEHAT mobile, peserta bisa liat nomor antrean sama jadwal periksanya. Tapi Maria nyatetin kalau belum semua puskesmas udah tersambung sama aplikasi ini.

Makanya, di daerah-daerah yang internetnya masih bermasalah, pendaftaran masih bisa dilakukan manual.

Setiaji, Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI, bilang kalau mereka bakal kerja sama sama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) buat mastiin ketersediaan internet di daerah-daerah yang masih bermasalah.

Baca Juga: Waduh! Anggaran Kemenkes 2025 Dipangkas Rp19,5 T, Apa Kabar Program Kesehatan Gratis?

"Contohnya di Kalimantan Timur, masih ada enam puskesmas yang internetnya belum bagus. Total di Indonesia, ada sekitar 400 puskesmas yang masih punya masalah kayak gini," kata Setiaji.

"Kita bakal kerja sama sama Komdigi buat kasih akses internet tambahan," tambahnya.

Tapi tenang aja, buat puskesmas yang belum punya sistem digital yang memadai, pencatatan data pasien tetap bisa dilakukan manual, dan pelayanannya tetap sama baiknya kok.

"Kita tetap bakal pastiin layanannya jalan dengan baik, meskipun teknologinya masih terbatas," tutupnya.***

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X