VoxYouths.Com - VoxYours, lagi heboh nih! Steve Witkoff, orang kepercayaan Trump buat urusan Timur Tengah, tiba-tiba nyebut-nyebut Indonesia dalam rencana penanganan konflik Gaza. Waduh, ada apa nih sebenernya?
Jadi gini, Witkoff lagi mikirin cara buat jagain gencatan senjata Israel-Hamas biar tetep jalan mulus. Nah, salah satu idenya adalah... relokasi sementara warga Gaza!
Dan yang bikin kaget, Indonesia masuk dalam daftar negara yang dipertimbangkan buat nampung sekitar 2 juta warga Gaza selama wilayah mereka dibangun ulang.
Baca Juga: AS Pertimbangkan Indonesia Jadi Tempat Relokasi Warga Gaza Selama Pembangunan?
"Pertanyaan tentang bagaimana membangun kembali Gaza masih belum terjawab, termasuk ke mana sekitar 2 juta warga Palestina dapat direlokasi sementara ini. Indonesia, misalnya, adalah salah satu lokasi yang sedang dibahas untuk beberapa dari mereka," kata seorang pejabat yang dikutip NBC.
Witkoff Mau Turun Langsung
Witkoff ga main-main nih. Dia bahkan berencana ngabisin beberapa minggu di Timur Tengah buat nyari solusi.
Katanya dia khawatir banget kalo ketegangan yang ada bisa bikin gencatan senjata batal dan sandera-sandera Hamas ga jadi dibebasin.
Gimana dengan Gencatan Senjatanya?
Gencatan senjata ini dibagi jadi tiga tahap:
Baca Juga: Israel Serang Gaza Usai Umumkan Gencatan Senjata, 82 Nyawa Melayang
- Tahap pertama (6 minggu): Fokus ke pembebasan sandera dari kedua pihak
- Tahap kedua: Bakal dirunding pas tahap pertama jalan, targetnya bebasin lebih banyak sandera dan narik mundur tentara Israel dari Gaza
- Tahap terakhir: Fokus ke ngakhirin perang dan mulai pembangunan Gaza
Kontroversi Relokasi
Tapi VoxYours, rencana relokasi ini ga semulus yang dibayangin. Banyak warga Palestina dan negara-negara Arab yang kuatir ini cuma trik Israel buat ngusir mereka dari tanah mereka sendiri. Plus, belum jelas juga nih warga Gaza mau ga dipindahin gitu aja.
Nah, gimana tanggapan Indonesia nih? Juru Bicara Kemlu, Rolliansyah Soemirat, langsung angkat bicara. "Kita belum terima info resmi apa-apa soal ini," katanya pas ngomong sama media (20/1/2025).
Witkoff sendiri ngaku kalo situasinya ga gampang. Dia bilang ada banyak kelompok ekstremis dari dua kubu yang bisa aja ngehancurin semua kesepakatan ini.
"Ingat, ada banyak orang radikal, baik dari Hamas maupun sayap kanan Israel, yang terdorong untuk meledakkan seluruh kesepakatan ini," tegasnya.
Artikel Terkait
Menu Spesial hingga Ikan Kaleng: Intip Program Makan Gratis Sekolah di Berbagai Daerah
Siap-Siap! Usia Pensiun Naik Jadi 59 Tahun Mulai 2025, Apa Saja Manfaatnya?
Bobol Duit Negara Rp280 M! KPK Ringkus Petinggi Anak Perusahaan Telkom
Catat! 4 Program Kece dari Gubernur Jakarta Terpilih Pramono-Rano, Ada yang Gratis!
Miris! Bayi 5 Bulan Jadi Korban KDRT, Ayah Malah Senyum-senyum Saat Ditangkep