AS Pertimbangkan Indonesia Jadi Tempat Relokasi Warga Gaza Selama Pembangunan?

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Senin, 20 Januari 2025 | 19:08 WIB
Utusan presiden terpilih Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff (kiri) yang mewacanakan relokasi sebagian warga Gaza ke Indonesia. ((Instagram.com@steven.c.witkoff))
Utusan presiden terpilih Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff (kiri) yang mewacanakan relokasi sebagian warga Gaza ke Indonesia. (([email protected]))

VoxYouths.Com - VoxYours, ada berita mengejutkan nih dari tim Donald Trump! Steve Witkoff, utusan khususnya buat urusan Timur Tengah, baru aja ngasih statement yang bikin kaget.

Katanya, Indonesia masuk dalam daftar negara yang bakal jadi tempat relokasi warga Gaza. Ini diumumin hari Minggu (19/1/2025).

Berdasarkan laporan Times of Israel, rencana gila ini bakal dilakuin pas Gaza lagi dibangun ulang. Steve bilang ini bagian dari strategi Trump buat mastiin gencatan senjata Israel-Hamas tetep jalan.

Baca Juga: Israel Serang Gaza Usai Umumkan Gencatan Senjata, 82 Nyawa Melayang

Bahkan, Steve sendiri pengen banget langsung terjun ke Gaza. Menurutnya, lebih baik liat situasi langsung daripada cuma denger cerita dari pihak-pihak yang terlibat.

"Kamu harus liat sendiri, harus rasain sendiri situasinya," gitu kata Steve pas ngomong di AS.

Kenapa Harus Ada Relokasi?

Steve jelasin kalo tim Trump lagi pusing mikirin gimana cara bangun ulang Gaza yang udah hancur lebur.

Nah, selama proses pembangunan, mereka butuh tempat buat nampung sekitar 2 juta warga Palestina.

"Pertanyaan besarnya adalah: gimana cara bangun ulang Gaza dan ke mana kita harus mindahin 2 juta warga Palestina sementara waktu?" ujar Steve. "Dan Indonesia tuh salah satu opsi yang lagi kita pertimbangin."

Baca Juga: Begini Alasan Klasik Israel Lakukan Genosida di Gaza, Gencatan Senjata Penuh Jadi Harapan Terakhir Warga Sipil Untuk Akhiri Derita

Situasi Masih Genting

Steve juga ngaku prihatin banget sama situasi di Gaza, terutama soal sandera-sandera yang masih ditawan.

Dia bilang masalahnya makin rumit karena ada banyak kelompok radikal dan fanatik, bukan cuma dari Hamas, tapi juga dari kubu sayap kanan Israel.

"Kalo kita ga bantu warga Gaza, kalo kita ga bikin hidup mereka lebih baik, kalo kita ga kasih mereka harapan, bakal ada pemberontakan," tegasnya.

Soal Gencatan Senjata

FYI nih VoxYours, gencatan senjata udah mulai jalan per tanggal 19 Januari 2025, setelah perundingan yang super alot antara Israel-Hamas. Sebagai bagian dari kesepakatan, Hamas harus bebasin beberapa sandera.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X