Virus HMPV Muncul di Indonesia, Anak-anak Jadi Sasaran Utama! Ini Fakta Lengkapnya

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Rabu, 8 Januari 2025 | 13:51 WIB
Ilustrasi seorang balita terkena virus HMPV di Indonesia. (Ummu Habibah (VoxYouths.Com))
Ilustrasi seorang balita terkena virus HMPV di Indonesia. (Ummu Habibah (VoxYouths.Com))

VoxYouths.Com - VoxYours, lagi rame nih di medsos soal virus HMPV yang katanya udah nyampe Indonesia.

Virus yang belakangan bikin heboh di China ini ternyata udah ketemu di negara kita dan yang bikin khawatir, kebanyakan yang kena tuh anak-anak!

Tapi tenang dulu, nih! Menkes Budi Gunadi Sadikin ngasih pencerahan ke kita semua. Kata beliau, HMPV tuh sebenernya bukan virus baru dan udah lama banget ada di dunia medis.

Baca Juga: Fakta Menarik Program Makan Gratis Hari Pertama: Dana Pribadi Prabowo Masih Mengalir, ke Mana Anggaran Rp71 Triliun?

"HMPV udah ada di Indonesia dari dulu kok. Kalo dicek sekarang juga pasti ada, soalnya virus ini bisa nyerang siapa aja, termasuk kita-kita yang lagi batuk," jelas Budi pas ngobrol sama media tanggal 6 Januari 2025.

Nah, yang penting nih VoxYours, HMPV beda sama COVID-19 ya! Kalo COVID-19 kan virus baru yang muncul beberapa tahun lalu, sedangkan HMPV udah ada dari tahun 2001 dan udah nyebar ke seluruh dunia tanpa bikin masalah gede.

Terus gimana sama berita yang bilang kasus HMPV meningkat di China? Budi langsung bantah info ini.

Katanya, pemerintah China sama WHO udah konfirmasi kalo yang naik tuh kasus H1N1 alias flu biasa, bukan HMPV. "HMPV tuh cuma di peringkat tiga prevalensinya di China," tambahnya.

Soal berita viral tentang lonjakan kasus HMPV di China tahun 2024? Itu hoaks VoxYours! Emang sih, tiap musim dingin, negara yang punya empat musim kayak China biasanya ngalamin lonjakan kasus flu, tapi yang dominan tuh H1N1.

Baca Juga: Menag Ungkap Pesan Khusus Prabowo Soal Penurunan Biaya Haji 2025

Yang bikin lega, HMPV nggak mematikan kok! Gejalanya mirip flu biasa: batuk, demam, pilek, sama sesek napas.

Kebanyakan orang bisa sembuh sendiri tanpa perlu perawatan khusus. Cuma ya tetep harus hati-hati, soalnya bisa nular lewat droplet dari orang yang kena.

Nah, di Indonesia sendiri, menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, anak-anak emang jadi kelompok yang paling banyak kena.

Meski belum ada angka pastinya, tapi Widyawati selaku juru bicara Kemenkes RI udah konfirmasi ada beberapa kasus di kalangan anak-anak per 6 Januari 2025.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: kemkes.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X