VoxYouths.Com - Jaringan Pemimpin Redaksi Promedia (JPP) ngadain diskusi seru bareng Komite Publisher Rights atau yang lebih gampangnya disebut Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB). Acara ini digelar Selasa, 15 Oktober 2024.
Jadi, JPP ngajak KTP2JB buat ngobrolin dan ngenalin Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024.
Perpres ini ngomongin soal tanggung jawab perusahaan platform digital buat ngedukung jurnalisme yang berkualitas. Mereka pengen semua media di ekosistem Promedia tau soal ini.
Pas buka acara, CEO Promedia Teknologi Indonesia (PTI) Agus Sulistriyono ngajak JPP buat ngulik Perpres Publisher Rights ini. Tujuannya sih biar bisa bikin jurnalisme yang kece di ekosistem Promedia.
"Ini kesempatan langka loh, guys. Jaringan Pemred Promedia bisa ngobrol langsung sama perwakilan Komite Publisher Rights," kata Agus Sulistriyono dalam diskusi online ini.
Agus yakin banget nih, KTP2JB atau Komite Publisher Right bakal adil. Nggak bakal bedain perusahaan media yang udah terverifikasi atau belum, termasuk media-media kecil di daerah yang masih berkembang.
"Kita bisa sebut media 'UMKM', tapi bagaimanapun semangat media kita itu nyata sebagai insan pers. Perusahaan media kita perlu dapet perhatian dari Komite Publisher Rights dan Dewan Pers," jelasnya.
Baca Juga: Tolak RUU Penyiaran: Pers Bersatu Melawan Ancaman Kemerdekaan Pers!
"Saya yakin Komite Publisher Rights hadir buat semua insan pers, nggak ada yang dibeda-bedain," tegasnya.
Anggota Komite Publisher Rights, Damar Juniarto, ngedukung pernyataan CEO Promedia itu.
Dia jelasin maksud dibuatnya Perpres Publisher Rights, khususnya buat para pemred media online di ekosistem Promedia.
"Tujuan kita itu ngedukung jurnalisme berkualitas, nggak cuma buat perusahaan pers yang udah terverifikasi. Perpres ini dibuat supaya lebih bisa ngikutin perkembangan teknologi, jadi bisa ada layanan baru buat perusahaan platform digital," jelasnya.
Damar ngejelasin, Pasal 5 Perpres Nomor 22 Tahun 2024 udah ngatur enam kewajiban perusahaan platform digital.
Artikel Terkait
Selamat Jalan, Maestro! Andres Iniesta Resmi Gantung Sepatu di Usia 40
Menu Mewah dan Jajanan Hits: Pesona SMAN 70 Jakarta yang Jadi Tempat ‘Uji Coba’ Program Makan Gratis Prabowo-Gibran
Pengurus Panti Jadi Tersangka, DPR: Pendampingan Psikologis Harus Jadi Prioritas!
Heboh 'AFC Mafia': Ketika Netizen Indonesia Gempar Usai Laga Kontroversi Timnas vs Bahrain
Dari Piala Asia Hingga Kualifikasi Piala Dunia: Rekam Jejak Omar, Wasit Laga Indonesia vs China