VoxYouths.com - Irjen Pol Purn Anton Charliyan lagi jadi sorotan nih.
Mantan Kapolda Jabar ini baru aja minta maaf ke Pegi Setiawan terkait kasus 2016 lalu.
Penasaran sama sosoknya?
Yuk, kita bahas profil dan perjalanan karirnya!
Baca Juga: Mengenal Sosok Zia Yusuf, Pengusaha Muslim Sukses Menjadi Ketua Baru Partai Reform Inggris
Siapa Sih Irjen Pol Purn Anton Charliyan Itu?
Anton Charliyan itu bukan nama baru di dunia kepolisian Indonesia.
Dia lahir pada 29 November 1960.
Jadi sekarang umurnya udah 63 tahun.
Karir polisinya dimulai sejak lulus Akpol angkatan 1984.
Nggak main-main, dia punya pengalaman puluhan tahun di bidang reserse.
Biodata Singkat Anton Charliyan
Sebelum kita bahas lebih jauh, nih biodata singkatnya:
- Nama lengkap: Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan
- Tempat, tanggal lahir: Tasikmalaya, 29 November 1960
- Usia: 63 tahun (per 2023)
- Pendidikan: SDN Dadaha Kota Tasikmalaya, SMPN 2 Kota Tasikmalaya SMAN 1 Kota Tasikmalaya Jawa Barat ,Akpol 1984
- Agama : Islam
- Istri : Ajeng Anjarsari Charliyan
- Karir terakhir di kepolisian: Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Polri
- Jabatan tertinggi: Kapolda Jawa Barat (2016-2017)
- Partai politik: PDIP (sejak 2018)
Baca Juga: Miris! Akibat Judi Online Puluhan Pemuda Alami Gangguan Jiwa, Masuk RSJ di Bogor
Perjalanan Karir Anton Charliyan: Dari Polsek Sampai Kapolda
Karir Anton Charliyan tuh bisa dibilang mulus banget.
Dia nggak langsung jadi pejabat tinggi, tapi mulai dari bawah.
Coba lihat nih perjalanan karirnya:
- 1989: Kapolsekta Pontianak Selatan
- 1991: Kasat Serse Polresta Pontianak
- 2002: Kapolres Wajo, Sulawesi Selatan
- 2008: Kapolwil Priangan, Jawa Barat
- 2015: Kadiv Humas Polri
- 2016: Kapolda Sulawesi Selatan
- 2016-2017: Kapolda Jawa Barat
- 2017-2018: Wakalemdiklat Polri
Keren kan perjalanan karirnya?
Dari polsek sampai jadi Kapolda dua provinsi besar.
Artikel Terkait
Siapa Presiden Iran yang Baru? Yuk kita Kenalan dengan Sosoknya, Akan Dilantik Bulan Agustus Mendatang
Rizky Febian dan Mahalini Tampil Beda Usai Operasi, Sule Ungkap Fakta Mengejutkan
Kemendikbudristek Usut Kasus Mafia Guru Besar di Universitas Lambung Mangkurat: Benarkah Ada Jaringan Terorganisir?