Dadan juga menjelaskan kalau harga makanan untuk program MBG ini sudah ditetapkan dengan jelas.
Jadi nggak terpengaruh sama naik turunnya harga bahan makanan di pasar.
Hal itu dilakukan buat memastikan kualitas makanan tetap terjaga.
"Kami menetapkan at cost untuk bahan baku dan operasional karena kami menjaga kualitas makanan, jadi harga itu baik naik maupun turun, tidak boleh mempengaruhi kualitas makanan," jelas Dadan.
"Nggak ada gunanya mengirit dari bahan baku karena yang kita tetapkan adalah at cost," imbuhnya.
Langkah Evaluasi untuk SPPG Bina Insani
Untuk mengatasi kasus keracunan di Kota Bogor ini, Dadan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan tegas.
Untuk sementara waktu, seluruh kegiatan memasak di Bina Insani dihentikan dan akan dilakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh proses yang ada.
Kasus ini jadi pengingat penting betapa pentingnya menjaga keamanan pangan, terutama untuk program yang ditujukan untuk anak-anak sekolah.
Semoga hasil evaluasi bisa menemukan akar masalahnya dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Tentunya kita semua berharap program MBG yang tujuannya sangat baik ini bisa kembali berjalan dengan aman.
Tetap kita ikuti dan pantau pelaksanaan program MBG ini ya!***
Baca Juga: Update: Setelah Digugat, Yayasan MBN Janji Transfer Uang ke Pengelola Dapur MBG
Artikel Terkait
Bermula dari Kontrak Mencurigakan, Proyek Satelit Kemenhan Bikin Negara Rugi Ratusan Miliar
Heboh! Proyek Satelit Kemenhan Bermasalah, Tiga Petinggi Jadi Tersangka
Kejagung Bergerak Cepat: Total Rp6,8 Triliun Disita dari Kasus Sawit Duta Palma Group
Wow! Stok Beras Bulog Tembus 3,6 Juta Ton, Tertinggi dalam 57 Tahun: Apa Dampak Positifnya?
Waduh! 1.000 Batang Rokok Disita dari Koper Jamaah Haji Indonesia di Madinah
Jadi Jembatan Diplomasi, Begini Harapan Prabowo untuk Negara-negara OKI di Forum PUIC