VoxYouths.Com - VoxYours, lagi rame nih di Jawa Barat! Ada kebijakan baru yang bikin heboh - siswa yang dianggap 'nakal' bakal dikirim ke barak TNI. Nggak main-main, programnya sampai 6 bulan lho!
Kebijakan ini pertama kali diumumin sama Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, lewat akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Kamis, 1 Mei 2025.
Katanya sih, program ini udah dapat izin dari ortu siswa-siswa yang bersangkutan. Pilot project-nya dimulai di Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga: Pelopori Work-Life Balance, IFG Hadirkan Day Care untuk Dukung Karyawan Working Parents
Tapi tunggu dulu! Kebijakan ini ternyata dapat sorotan tajam dari Satriwan Salim, seorang pengamat pendidikan yang juga menjabat sebagai Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).
Dalam acara Dua Sisi TVOne yang tayang kemarin, Salim nyatain beberapa keraguan yang masuk akal banget.
"Konsepnya belum jelas ini, militer atau pembinaan kesadaran bela negara, atau sekadar pelatihan," kata Salim.
Baca Juga: Gubernur Jabar Apresiasi Siswa SMA Yadika 8: Bersih Sungai Lebih Baik Daripada Urusin Wisuda!
Menurut Salim, kalau cuma program pelatihan biasa, sebenernya udah banyak siswa yang pernah ngerasain hal serupa.
"Kalau hanya sekadar pelatihan, ini sudah sering dirasakan oleh alumni SMA, SMP, sering LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa)," ungkapnya.
Yang jadi concern utama Salim adalah soal durasi program yang lumayan lama.
"LDKS biasanya nggak sampai 6 bulan, apalagi setahun. Program kayak gitu emang bagus buat belajar baris-berbaris sama wawasan kebangsaan, tapi 6 bulan? Itu waktu yang nggak sebentar," ujarnya.
Pertanyaan besarnya adalah: gimana nasib pendidikan reguler mereka selama 6 bulan di barak?
Artikel Terkait
Lindungi Anak dari Bullying, Peran Orang Tua Kunci Utama Cegah Bullying di Sekolah
Seputar ‘Grooming’ di Lingkungan Sekolah, Ini Alasan Orang Tua Wajib Waspada
Dari SD Hingga SMA: Menilik Sejarah Pendidikan Indonesia & Rencana Sekolah Rakyat Prabowo
Nggak Diterima di Sekolah Negeri? Pemda Siap Tanggung Biaya ke Swasta
Keren! Portal Kemendikdasmen Hadirkan Rumah Pendidikan, Bikin Urusan Sekolah Jadi Lebih Gampang