VoxYouths.Com - VoxYours, ada kabar panas nih soal Program Makan Bergizi Gratis (MBG)! KPK baru aja ngungkapin ada yang gak beres dalam pelaksanaan program ini.
Katanya ada indikasi 'main-main' dengan dana yang harusnya buat ngasih makan anak-anak kita!
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, langsung blak-blakan nih. Dia bilang ada laporan kalo makanan yang harusnya senilai 10 ribu, eh malah cuma dikasih yang 8 ribu.
Baca Juga: Bongkar Habis! Mega Korupsi PLTU Kalbar, Proyek Gagal Telan Dana Triliunan
"Kami sudah menerima laporan adanya pengurangan makanan yang seharusnya diterima senilai Rp10.000, tetapi yang diterima hanya Rp8.000. Ini harus jadi perhatian karena berimbas pada kualitas makanan," gitu kata Setyo pas konferensi pers, Jumat 7 Maret 2025.
Yang bikin tambah deg-degan, ternyata masalahnya gak cuma soal pemotongan harga doang. Setyo juga khawatir sama sistem distribusi anggarannya.
Dia bilang, karena duitnya ditaro di pusat, dia takut pas nyampe ke daerah udah kayak es batu yang mencair alias makin berkurang!
Tapi wait, masih ada lagi nih! KPK juga nyium ada yang gak beres dalam pemilihan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Katanya ada yang dapet 'privilege' dalam penentuan dapur sama pengadaan bahan bakunya. Hmm, mencurigakan ya?
Baca Juga: Jaksa Agung Serius Bongkar Skandal Pertamina: BPK Turun Tangan Hitung Kerugian Negara
Nah, buat nanggapin ini semua, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, langsung angkat bicara. Dia jelasin kalo emang dari awal udah ada perbedaan harga berdasarkan kategori penerima.
"KPK belum mendapat penjelasan bahwa pagu bahan baku berbeda dari awal. Anak PAUD sampai SD kelas 3 patokannya Rp 8.000. Anak lainnya Rp 10.000," jelasnya, Sabtu 8 Maret 2025.
Dadan juga nambahin kalo pagu bahan baku di tiap daerah beda-beda, tergantung indeks kemahalan. Contohnya di Papua, Puncak Jaya bisa sampe Rp59.717!
Dan good news-nya, dia bilang kalo ada kelebihan anggaran bakal dibalikkin, kalo kurang ya ditambahin.
Artikel Terkait
Bahlil Lahadalia Kembali Buat Peraturan Baru, UMKM Harus Daftar NIB Untuk Dapat Jatah LPG 3 Kg
Gak Mau Bergantung Andalkan Produk Impor, Program MBG Bakal Pakai Inovasi Anak Bangsa
Trump Berencana 'Matikan' USAID, Indonesia Bakal Kehilangan Rp2,4 Triliun
Terungkap! Skandal Minyak Mentah, Begini Cara Dirut Pertamina 'Sulap' Spek Minyak Pertamax Jadi Pertalite!
Update Terbaru Sritex: 150 Karyawan Kembali Bekerja, Ribuan Lainnya Berpeluang