Alkohol dapat mengganggu zat-zat pembawa pesan di otak (neurotransmitter) yang mengatur suasana hati kita.
Gangguan ini bisa menimbulkan ketidakseimbangan yang akhirnya muncul sebagai gejala kecemasan.
3. Stop Merokok
Merokok dan kecemasan ternyata seringkali berjalan beriringan. Penelitian di tahun 2020 menunjukkan perokok lebih rentan mengalami gejala kecemasan.
Bahkan, studi di tahun 2023 membuktikan bahwa berhenti merokok dapat membantu mengurangi gejala kecemasan secara signifikan.
Kandungan nikotin dan zat kimia lain dalam rokok diduga berperan dalam mengganggu jalur di otak yang terkait dengan kecemasan dan gejala panik.
4. Batasi Asupan Kafein
Kafein memang dikenal sebagai stimulan yang membuat kita lebih waspada. Tapi tahukah kamu, kafein juga bisa meningkatkan kecemasan?
Sebuah tinjauan penelitian di tahun 2022 melaporkan bahwa kafein berpotensi meningkatkan kecemasan dan serangan panik.
Meskipun demikian, perlu diingat bahwa konsumsi kafein dalam jumlah sedang umumnya aman bagi kebanyakan orang.
5. Tidur yang Nyenyak di Malam Hari
Kurang tidur bisa memperparah kecemasan. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan orang dewasa untuk tidur 7 jam atau lebih setiap malam.
Dengan menerapkan kebiasaan tidur yang baik, kamu bisa mendapatkan tidur yang nyenyak dan pada akhirnya dapat membantu mengurangi kecemasan.
6. Meditasi dan Mindfulness
Meditasi adalah salah satu cara ampuh untuk meredakan stres dan kecemasan.
Meditasi berfokus pada peningkatan kesadaran penuh di saat ini (present moment), termasuk mengenali berbagai pikiran tanpa menghakimi atau disebut mindfulness.
7. Perhatikan Pola Makan
Pola makan yang tidak sehat bisa memperparah kecemasan. Kadar gula darah yang rendah, dehidrasi, atau zat kimia yang ada dalam makanan olahan bisa memengaruhi mood.
Pastikan tubuh terhidrasi dengan cukup, kurangi makanan olahan, dan perbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang untuk membantu mengurangi gejala anxiety.
8. Praktikkan Deep Breathing
Kebiasaan bernapas dengan cepat dan dangkal umum terjadi ketika kita sedang cemas. Latihan pernapasan bisa menjadi senjata ampuh untuk melawan kecemasan tersebut.