2. Acceptance and Commitment Therapy (ACT)
ACT didasarkan pada ide bahwa pikiran dan perasaan menyakitkan adalah bagian dari kondisi manusia.
Mencoba menghindari atau mengontrolnya justru bikin penderitaan makin besar.
ACT bisa membantu kamu mengembangkan fleksibilitas psikologis dengan cara:
Menerima pikiran dan perasaan sulit tanpa menghakimi
Belajar mengambil tindakan sesuai nilai-nilai, bahkan di tengah perasaan menyakitkan
Menggunakan teknik mindfulness dan strategi perubahan perilaku
ACT sering digunakan bersamaan dengan terapi lain dan bisa dilakukan secara individu atau grup.
3. Exposure Therapy
Exposure therapy adalah jenis CBT yang secara bertahap mengekspos kamu pada ide atau objek yang memicu anxiety atau ketakutan.
Ini dilakukan dalam lingkungan yang terkontrol dan supportif.
Exposure therapy efektif untuk fobia spesifik, panic disorder, social anxiety disorder, OCD, dan Post-traumatic stress disorder (PTSD)
Meskipun OCD dan PTSD nggak lagi dikategorikan sebagai gangguan anxiety dalam DSM-5-TR, kedua gangguan ini tetap menampilkan tingkat anxiety yang tinggi.
Baca Juga: Apakah Gen Z Mudah Depresi? Membedah Fenomena Mental Health di Era Digital
4. Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT)
MBCT adalah jenis CBT yang menggabungkan meditasi mindfulness dengan teknik CBT tradisional untuk membantu mengelola pikiran dan emosi negatif seperti anxiety.
Dalam MBCT, kamu akan belajar:
Memperhatikan momen sekarang tanpa menghakimi
Mengidentifikasi dan menantang pola pikir negatif
Mengenali dan mengelola gejala anxiety seperti napas cepat, ketegangan, dan pikiran yang berlomba
MBCT bisa efektif untuk berbagai jenis gangguan anxiety dan sering digunakan bersama treatment lain.
5. Psychodynamic Therapy
Psychodynamic therapy didasarkan pada ide bahwa banyak pikiran, perasaan, dan perilaku kita didorong oleh kekuatan bawah sadar, termasuk pengalaman masa lalu dan emosi yang ditekan.
Artikel Terkait
Takut Tes Kesehatan Mental? Ini 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Mencobanya
10 Cara Alami Mengurangi Anxiety Menurut Ahli: Bebaskan Diri dari Cemas Berlebihan
Tes Usia Mental Online: Yuk Cek Kedewasaan Pikiran Kamu!
Hoarding Disorder: Bukan Sekadar Kebiasaan Jorok, Ini Gangguan Serius!
Apa itu Hoarding Disorder, Ciri-ciri, Penyebab dan Cara Mengatasinya