Kemudian ia lanjut S2 dan S3 di Universitas Tokyo, Jepang, dengan fokus di Teknik Kuantum (2002 dan 2005).
Yang bikin makin keren, publikasi ilmiahnya udah tembus 326 di Scopus dan 410 di Google Scholar.
Gak heran kalau sekarang dia dipercaya jadi Mendiktisaintek!
Baca Juga: Profil dan Biodata Natalius Pigai: Aktivis HAM Papua yang Konsisten dan Vokal
Perjalanan Karier Brian Yuliarto yang Bikin Kagum
Setelah pulang dari Jepang tahun 2006, Brian langsung gabung jadi dosen dan peneliti di ITB.
Sebelum jadi Mendiktisaintek, dia udah dipercaya jadi Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB periode 2025-2029.
Sebelumnya, dia juga pernah jadi Dekan Fakultas Teknologi Industri ITB (2020-2025).
Brian juga masih aktif jadi Visiting Professor di University of Tsukuba sejak 2021.
Brian juga pernah jadi Peneliti Post Doctoral di Advanced Industrial Science and Technology (AIST) Jepang, periode 2005-2006.
Deretan Prestasi dan Penghargaan Brian Yuliarto
Prestasi Brian Yuliarto bener-bener bikin bangga Indonesia! Coba deh liat:
1. Habibie Prize 2024 untuk Bidang Rekayasa
2. Top 1 Researcher Nanoscience and Nanotechnology Indonesia, AD Scientific Index, Stanford University, 2023
3. The World's Top 2% Scientist AD Scientific Index, Stanford University 2022, 2023, dan 2024
4. Peringkat 18 Indonesia Top 10.000 Scientist (2023, 2024), AD Scientific Index, Stanford University
Artikel Terkait
BMKG Dipotong Rp1,4 Triliun: Layanan Gempa dan Tsunami Tetap 24 Jam!
Apakah Kabinet ‘Gemuk’ Berimbas pada Efisiensi Anggaran Pemerintahan Prabowo-Gibran?
770 Ribu Anak Sudah Nikmati MBG, Prabowo: Target 6 Juta di Juli 2025
Jangan Lewatkan! Cek Kesehatan Gratis di 10.200 Puskesmas Seluruh Indonesia Tanpa BPJS
Cristiano Ronaldo Kunjungi Kupang Pakai Jet Pribadi: Dari Bangun Gereja sampai Bantu Anak Panti
Aksi 'Indonesia Gelap' Bergemuruh: Dari Jakarta hingga Surabaya, Mahasiswa Tuntut Perubahan