Khamar itu kayak minuman keras gitu, yang memang tujuannya bikin mabuk. Minuman kayak gini jelas-jelas dilarang dalam agama Islam.
Nabidz itu beda lagi. Kalau nabidz itu lebih ke makanan atau minuman yang memang ada kandungan alkoholnya, tapi bukan itu tujuan utamanya. Contohnya kayak tape atau durian yang udah mateng banget.
Kenapa tape masuk kategori nabidz, bukan khamar?
- Tujuannya beda: Kita makan tape kan karena enak, bukan karena pengen mabuk.
- Jumlah alkoholnya dikit: Alkohol yang ada di tape itu sedikit banget, enggak cukup buat bikin kita teler.
- Dampaknya juga beda: Minum tape enggak akan bikin kita jadi mabuk berat kayak kalau minum minuman keras.
Baca Juga: Sejarah Pawai Obor: Menyala Semangat Hijrah, Semarakkan Tahun Baru Islam
Jadi, kesimpulannya:
Menurut Imam Abu Hanifah, makan tape itu enggak apa-apa kok. Soalnya, tape itu masuk kategori nabidz, bukan khamar.
Tapi ingat ya, kita harus tetap bijak dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Jangan berlebihan dan selalu perhatikan kebersihannya.
Udah nggak ragu lag ikan Voxyours, kenapa tape halal? Terus perbanyak literasi biar kita makin paham tentang makanan dan minuman yang kita konsumsi sebagai seorang muslim ya, Voxyours.***
Artikel Terkait
"Asian Value": Viral & Sering Diperdebatkan, Tapi Apa Sih Artinya dan Bagaimana Sejarahnya?
Wajib Tahu! Tips Memilih Kambing Kurban yang Sehat dan Berkualitas untuk Idul Adha
Super Personality Test: Tes Kepribadian Baru yang Lagi Viral di Sosmed, Ini Linknya!
Puasa Tarwiyah dan Arafah: Kesempatan Emas Meraih Pahala Besar di Bulan Dzulhijjah
10 Amalan 1 Muharram, Yuk Lakukan Biar Makin Berkah!