Kenapa Tape Halal? Hukum Makan Tape: Simak Penjelasannya Disini!

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Kamis, 1 Agustus 2024 | 09:50 WIB
Ilustrasi gambar tape singkong. (Ummu Habibah / VoxYouths)
Ilustrasi gambar tape singkong. (Ummu Habibah / VoxYouths)

VoxYouths.Com - Pernah enggak sih Voxyours bertanya-tanya kenapa tape halal, padahal kan dia hasil fermentasi yang mengandung alkohol?

Nah, pertanyaan kenapa tape halal memang sering muncul dan jadi perdebatan yang menarik.

Padahal, tape itu kan makanan tradisional Indonesia yang banyak penggemarnya. Yuk, kita bedah satu per satu kenapa tape halal dan masih disukai banyak orang.

Baca Juga: PHIWM: Cara Mudah Jadi Muslim di Kehidupan Modern dengan Nilai Islami

Kenapa tape itu halal?

Iya, memang benar kalau tape itu dibuat melalui proses fermentasi yang menghasilkan alkohol.

Tapi, alkohol yang ada di tape itu beda sama alkohol yang ada di minuman keras kayak bir atau arak. Alkohol di tape itu jumlahnya dikit banget dan enggak bikin kita mabuk.

Kenapa? Karena alkohol di tape itu udah terikat sama zat-zat lain di dalam tape, jadi dia enggak bebas berkeliaran dan bikin kita mabuk.

Pendapat Para Ahli Agama

Para ulama sepakat kalau tape itu halal untuk dikonsumsi. Alasannya, karena:

Tujuan pembuatan

Tape itu kan makanan, bukan minuman keras. Jadi, tujuan utamanya ya buat dimakan, bukan buat mabuk-mabukan.

Jumlah alkohol

Alkohol di tape itu sedikit banget dan enggak cukup buat bikin kita mabuk.

Praktik Masyarakat

Dari dulu, tape udah jadi makanan tradisional yang banyak dikonsumsi orang Indonesia.

Jadi, kenapa tape halal? Karena:

  • Alkohol dalam tape berbeda dengan alkohol dalam minuman keras.
  • Tape tidak memabukkan.
  • Tujuan utama pembuatan tape bukan untuk menghasilkan alkohol.
  • Mayoritas ulama berpendapat bahwa tape halal.

Baca Juga: Jadwal Puasa Asyura 2024 Menurut NU dan Muhammadiyah Catat Tanggalnya

Imam Abu Hanifah itu kan seorang ulama besar ya. Nah, beliau punya pandangan tentang minuman-minuman yang mengandung alkohol. Beliau bedain antara khamar sama nabidz.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: Halal MUI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X