VoxYouths.Com - Siapa yang gak kenal Bubur Asyura? Si bubur gurih nan legit ini selalu hadir tiap 10 Muharram.
Tapi, Voxyours tau gak sih asal-usul dan makna di balik tradisi Bubur Asyura?
Yuk, simak bareng-bareng makna di balik tradisi Bubur Asyura yang turun temurun ini!
Baca Juga: Jadwal Puasa Asyura 2024 Menurut NU dan Muhammadiyah Catat Tanggalnya
Sejarah Panjang Bubur Asyura
Bubur Asyura udah ada sejak lama banget, lho. Katanya sih, tradisi ini udah ada sejak zaman Nabi Nuh.
Bayangin aja, pas itu Nabi Nuh dan pengikutnya baru aja selamat dari banjir besar yang dahsyat.
Sisa makanan mereka menipis, jadi mereka kumpulin sisa-sisa bahan makanan dan masaknya jadi bubur.
Ada cerita lain juga nih, konon Bubur Asyura berkaitan sama Nabi Ibrahim. Waktu mau ngorbanin anaknya, Ismail, eh Allah SWT malah gantiin Ismail dengan seekor domba.
Sebagai rasa syukur, Nabi Ibrahim masak bubur dan bagi-bagiin ke masyarakat.
Tradisi ini terus dilakuin umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, Bubur Asyura punya isian yang beragam, mulai dari beras, kacang-kacangan, daging, sampai buah-buahan.
Makna Mendalam di Balik Bubur Asyura
Bukan cuma enak dimakan, Bubur Asyura juga punya makna yang dalam. Angka 10 pada tanggal 10 Muharram melambangkan 10 peristiwa penting dalam sejarah Islam, kayak kelahiran Nabi Adam, diselamatkannya Nabi Nuh dari banjir besar, dan kemenangan Nabi Musa atas Firaun.
Masak dan bagi-bagi Bubur Asyura jadi cara umat Islam untuk bersyukur atas nikmat Allah dan bersolidaritas dengan sesama.
Tradisi ini juga ngingetin kita untuk selalu berbagi kebaikan dan menebar kebahagiaan, terutama kepada yang membutuhkan.
Artikel Terkait
Puasa Tarwiyah dan Arafah: Kesempatan Emas Meraih Pahala Besar di Bulan Dzulhijjah
Hari Tasyrik: Momen Istimewa di Balik Semarak Idul Adha, Nggak Boleh Puasa!
10 Amalan 1 Muharram, Yuk Lakukan Biar Makin Berkah!
Hijrah dan Awal Baru: Menelusuri Jejak Sejarah Singkat Tahun Baru Islam