Hijrah dan Awal Baru: Menelusuri Jejak Sejarah Singkat Tahun Baru Islam

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Kamis, 11 Juli 2024 | 21:05 WIB
Ilustrasi umat islam berhijrah dari Makkah ke Madinah hingga dijadikan sebagai awal Tahun Baru Islam. (Ummu Habibah / VoxYouths)
Ilustrasi umat islam berhijrah dari Makkah ke Madinah hingga dijadikan sebagai awal Tahun Baru Islam. (Ummu Habibah / VoxYouths)

VoxYouths.Com - Voxyours, pernahkah kalian bertanya-tanya kenapa umat Islam punya dua tahun baru? Selain tahun baru Masehi, ada juga Tahun Baru Islam, atau yang biasa disebut Tahun Baru Hijriah.

Nah, di balik perayaan Tahun Baru Islam, terselip kisah heroik Nabi Muhammad SAW dan awal mula berdirinya negara Islam.

Yuk, kita simak sejarah singkat Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah! 

Baca Juga: 10 Amalan 1 Muharram, Yuk Lakukan Biar Makin Berkah!

Apa Sejarah Tahun Baru Islam 1 Muharram?

Bayangkan, di tahun 622 Masehi, Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya mengalami tekanan berat di Mekkah.

Kaum Quraisy, yang menentang dakwah Nabi, terus-menerus mengganggu dan bahkan ingin mencelakakan mereka.

Pada momen inilah, Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk hijrah, atau pindah, dari Mekkah ke Madinah.

Hijrah bukan sekadar pelarian. Peristiwa ini menandai babak baru dalam sejarah Islam. Di Madinah, Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya membangun komunitas Muslim yang kuat dan bebas dari tekanan.

Hijrah menjadi simbol keberanian, pengorbanan, dan tekad untuk menyebarkan Islam. 

Mengapa Tahun Baru Islam di namakan tahun baru hijriyah?

Enam tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, Khalifah Umar bin Khattab RA memutuskan untuk menjadikan peristiwa hijrah sebagai awal perhitungan tahun dalam Islam.

Alasannya sederhana: hijrah adalah momen monumental yang melambangkan semangat baru bagi umat Islam.

Sejak saat itu, tanggal 1 Muharram dalam penanggalan Hijriah diperingati sebagai Tahun Baru Islam.

Peringatan ini bukan sekadar pergantian tahun, tapi menjadi momen refleksi diri dan tekad untuk memulai lembaran baru dengan semangat yang lebih membara.

Baca Juga: Hari Tasyrik: Momen Istimewa di Balik Semarak Idul Adha, Nggak Boleh Puasa! 

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X