analisis-pasar

BLBI BCA: Bagaimana Negara Bisa Rugi Rp87 Triliun dari Penjualan Saham?

Rabu, 20 Agustus 2025 | 09:27 WIB
Gedung perusahaan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). (Unsplash.com/HendraJn)

VOXYOUTHS.COM - Hai, Voxyours! Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) lagi rame dibahas lagi nih.

Kali ini nama PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) jadi sorotan karena isu penjualan sahamnya di tahun 2002 yang katanya bikin negara rugi besar.

Para anggota DPR sekarang lagi gencar-gencarnya mendorong pemerintah buat mengulik lagi kasus ini.

Kenapa? Soalnya penjualan 51 persen saham BCA waktu itu dianggap merugikan keuangan negara sampai Rp87,99 triliun!

Baca Juga: Danantara Kerjasama Chandra Asri dan INA Bangun Pabrik Kimia Rp13 Triliun: Target Ekonomi Tumbuh 8% Per Tahun

Flashback BCA ke Era Krisis Moneter 1997

Ngomongin soal BLBI, kita harus mundur dulu ke masa krisis moneter 1997.

Waktu itu, Indonesia lagi kacau balau gara-gara krisis ekonomi yang melanda Asia.

BCA sebagai bank swasta terbesar di Indonesia juga kena imbasnya.

Menurut tulisan almarhum Kwik Kian Gie (mantan Menko Ekuin di era Presiden Gus Dur), BCA waktu krisis moneter dapat suntikan BLBI sebesar Rp31,99 triliun.

Dana sebesar itu diberikan untuk mengatasi rush atau penarikan dana besar-besaran yang lagi melanda BCA.

Untuk mengatas situasi yang chaos ini, pemerintah memberikan bantuan likuiditas yang jumlahnya sangat besar.

Sebagai kompensasi atau gantinya, pemerintah langsung sita saham-saham BCA dari keluarga Salim.

Meski BCA sempat mencicil utang pokok Rp8 triliun serta bunga Rp8,3 triliun, sisa kewajiban BLBI yang harus ditanggung masih mencapai Rp23,99 triliun.

Baca Juga: Marketplace Bakal Jadi Pemungut PPh? Ini Kata Kemenkeu

Halaman:

Tags

Terkini