analisis-pasar

Siasat Indonesia Hadapi Tarif AS 32%, Bahlil: Kita Switch Impor BBM ke Amerika

Sabtu, 19 April 2025 | 16:45 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (kiri) dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (kanan). ((Instagram.com/ @bahlillahadalia - @potus))

VoxYouths.Com - VoxYours, lagi rame nih di dunia internasional! Donald Trump, Presiden AS, bikin kebijakan tarif balasan atau yang hits disebut resiprokal ke beberapa negara, termasuk Indonesia kita tercinta.

Nah, Menteri ESDM kita, Bahlil Lahadalia, buka-bukaan soal upaya nego buat nurunin tarif gede-gedean dari AS yang nilainya 32 persen. Gila kan?

Apa sih jurus yang bakal dipake Indonesia? Ternyata kita bakal nambah porsi impor minyak mentah alias crude oil dan LPG dari Negeri Paman Sam. Siapa tau bisa bikin Trump klenger, ya kan?

Baca Juga: Prabowo Kerahkan Tim Elit Untuk Nego Tarif Trump: 6 Menteri Top Siap Berangkat ke AS!

Yang bikin kaget, nilai perdagangan dari sektor energi ini nggak main-main lho! Bahlil bilang bisa tembus lebih dari USD 10 miliar atau sekitar Rp168 triliun. Nominal yang bikin mata melotot!

"Di atas USD 10 miliar kalau dari sektor BBM. Crude oil, LPG, maupun BBM," jelas Bahlil pas lagi ngobrol di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 17 April 2025.

Saat ini, proses rundingannya masih lanjut di AS. Yang mimpin langsung Menko Perekonomian kita, Airlangga Hartarto. Keren kan?

Baca Juga: Sidak Menteri Pertanian Ungkap Kecurangan Baru Minyakita, Begini Modusnya!

Tapi eh tapi, Bahlil mau lurusin satu hal nih. Jangan salah paham ya! Ini bukan berarti kita nambah kuota impor. Kita cuma ngalihin aja dari negara lain ke AS.

"Sebenernya kita kan udah impor. Cuma selama ini kita belinya dari negara-negara Timur Tengah sama Afrika," kata Bahlil santai.

"Terus juga dari negara-negara Asia Tenggara. Nah, sekarang kita switch aja ke Amerika. Ini nggak bakal bikin APBN jebol, dan nggak nambah kuota impor juga," tambahnya.

Baca Juga: Panas! AS-China Saling Serang Tarif, Trump Ngaku Siap Negosiasi

Soal kemungkinan turunnya tarif AS buat Indonesia? Bahlil ngasih tau kalau negonya masih jalan terus.

"Ini kan bagian daripada bagaimana membangun keseimbangan. Kalau dengan harapan neraca perdagangan kita sudah seimbang," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini