VoxYouths.com - Sobat Voxyours, tau nggak sih kalo tanggal 28 Juni itu hari penting banget buat warga Kalimantan Barat?
Yap, ini bukan hari buat pesta-pesta, tapi justru hari yang bikin kita semua terenyuh.
Tanggal 28 Juni 2024 diperingati sebagai Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat. Kenapa sih? Yuk, kita bahas bareng-bareng!
Baca Juga: 12 Tradisi Unik Takbiran Idul Adha di Nusantara dari Sabang Sampai Merauke!
Asal Usul Hari Berkabung Kalimantan Barat
Hari Berkabung Daerah (HBD) Kalimantan Barat ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007.
Tujuannya? Buat mengenang peristiwa berdarah yang terjadi di Mandor, Kabupaten Landak, pada tanggal 28 Juni 1944.
Peristiwa ini dikenal dengan nama Tragedi Mandor Berdarah. Kok bisa ada tragedi begini? Nah, ini ceritanya!
Kronologi Tragedi Mandor Berdarah
- September 1943 - Awal 1944: Jepang mulai ngelakuin penangkapan-penangkapan.
- Januari 1944: Penangkapan tahap II, sekitar 120 orang ditangkap.
- Februari 1944: Penangkapan tahap III, ngejar para ambtenaar dan kaum intelektual.
- 28 Juni 1944: Puncak tragedi, ribuan orang dibantai.
Jepang curiga kalo di Kalimantan Barat dan Selatan ada perkumpulan orang-orang pinter yang ngerencanain perlawanan.
Mereka nggak peduli siapa korbannya, mulai dari cendekiawan, raja, sultan, tokoh masyarakat, orang Cina, sampe pejabat, semuanya jadi sasaran!
Sultan Muhammad Alkadrie: Korban Utama Tragedi
Salah satu tokoh yang jadi korban adalah Sultan Muhammad Alkadrie. Beliau ini bukan orang sembarangan lho.
Sultan Muhammad Alkadrie dikenal sebagai raja yang ahli ibadah.
Gimana ceritanya Sultan jadi korban? Begini:
- Sultan "dijemput paksa" sama tentara Jepang dari istananya.
- Di depan keluarga dan rakyatnya, Sultan dirantai dan kepalanya ditutupi kain hitam.
- Yang bikin haru, sebelum dibawa pergi, Sultan masih sempet mutar-mutar tasbih di jarinya sambil bertakbir.
- Sultan dan rombongannya dibawa ke markas Jepang di seberang Sungai Kapuas.
- Di sana, mereka dipenggal satu per satu.
Tapi cerita Sultan nggak berakhir di situ. Tujuh bulan kemudian, jasad beliau ditemukan di Krekot.
Ini berkat laporan dari seorang penggali lubang makam yang selamat dari pembantaian.