Baca Juga: Umat Muslim Bali Semarakkan Idul Adha di 290 Titik, Terbanyak di Jembrana
5. Toron dan Nyalase (Madura):
Masyarakat Madura merayakan dengan tradisi Toron (mudik) dan Nyalase (berkumpul), di mana keluarga yang merantau ini kembali ke kampung halaman untuk merayakan bersama.
6. Manten Sapi (Pasuruan):
Tradisi Manten Sapi di Pasuruan melibatkan penghiasan sapi kurban sebelum disembelih, menunjukkan rasa hormat dan kegembiraan dalam menyambut Idul Adha.
7. Mepe Kasur (Banyuwangi):
Mepe Kasur di Banyuwangi adalah tradisi menjemur kasur di depan rumah pada pagi hari Idul Adha, sebagai doa untuk keselamatan keluarga dari bala.
8. Ngejot (Bali):
Di Bali, tradisi Ngejot mengajarkan tentang berbagi kebahagiaan dengan tetangga non-Muslim dengan membagikan makanan dan minuman saat Idul Adha.
9. Hadrat (Maluku Utara):
Hadrat di Maluku Utara adalah pawai hewan kurban keliling kampung sebelum disalatkan dan disembelih, sebagai momen doa dan penghormatan.
10. Takbir Keliling (berbagai daerah):
Takbir keliling menjadi tradisi yang dilakukan umat Islam di berbagai daerah, menunjukkan semangat merayakan malam takbiran dengan berbagai cara.
11. Lomba Pawai Obor (berbagai daerah):
Lomba pawai obor meriahkan malam takbiran di beberapa daerah, dengan obor-obor yang dihias menjadi atraksi keliling kampung.
Artikel Terkait
Idul Adha 2024: Lebaran Haji Serentak Digaungkan!
Idul Adha Hemat dan Nikmat: 10 Menu Olahan Daging Kurban dengan Bahan Sederhana
Cara Menyimpan Daging Kurban Idul adha di Kulkas agar Tetap Segar dan Awet
Cara Mudah Mengenali Daging Kurban yang Aman untuk Dikonsumsi: Idul Adha Sehat dan Tenang