VoxYouths.Com - VoxYours, kasus dokter cabul di Garut makin panas nih! Ternyata, sebelum kasusnya viral dan bikin geger, dr. Muhammad Syafril Firdaus udah pernah kena bogem mentah dari salah satu suami korban lho. Waduh!
Info mengejutkan ini dibongkar sama Ratna Oeni Cholifah dari KemenPPPA. Dia cerita kalau sebelum kasus ini meledak, ternyata udah banyak pasien yang jadi korban, sampai-sampai ada suami pasien yang ngamuk dan nonjok si dokter. Tapi waktu itu masih bisa diselesaikan secara damai.
"Sebelum viral, udah banyak pasien yang ngalamin hal serupa. Bahkan ada suami pasien yang sampe marah dan nonjok pelakunya. Tapi waktu itu masih bisa didamaikan," jelas Ratna dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (18/4/2025).
Nah, sekarang para korban mulai berani nih buat ngadu. UPTD PPA Kabupaten Garut udah turun tangan buat dampingin korban-korban. "Sekarang udah ada dua korban baru yang berani lapor," tambah Ratna.
Dari hasil penyelidikan, ternyata si dokter ini dulu pernah praktek di beberapa tempat: Klinik Karya Harsa, RS Anisa Queen, dan RSUD Malangbong. Tapi tenang aja, sekarang dia udah nggak bisa praktek lagi karena izinnya udah dicabut!
Baca Juga: Trauma 3 Tahun, Korban Pelecehan Oknum Dokter di Malang Akhirnya Buka Suara
Dinkes Garut nggak main-main nih. Mereka langsung koordinasi sama Kemenkes dan hasilnya? Boom! Izin praktik dr. Syafril resmi dicabut.
Buat nampung laporan korban lainnya, LBH Padjadjaran juga udah buka posko pengaduan khusus.
Dari sisi hukum, polisi masih terus kerja keras nyelidikin kasus ini. AKP Joko Prihatin selaku Kasatreskrim Polres Garut konfirmasi kalau dr. MSF udah resmi jadi tersangka setelah pemeriksaan maraton.
"Kita udah tetapkan dia sebagai tersangka setelah penyelidikan intensif sejak dia ditangkep kemarin," kata Joko pada Kamis (17/4/2025).
Meskipun detail barang buktinya masih dirahasiain, Joko mastiin kalau mereka udah punya minimal dua alat bukti yang kuat buat jerat si dokter. Pemeriksaan juga nggak main-main, melibatkan banyak pihak dari klinik tempat dia kerja.
"Kita udah periksa banyak saksi, mulai dari korban, wakil direktur klinik, perawat, dan lainnya. Hari ini juga, Majelis Disiplin Profesi udah periksa MSF dan cek lokasi kliniknya," tambah Joko.