viral

Dokter PPDS Anestesi Unpad Terjerat Kasus Pelecehan, Polisi Ungkap Motifnya!

Jumat, 11 April 2025 | 18:07 WIB
Dokter Residen Pelaku Pemerkosaan Terhadap Anak Pasien RSHS. ((x.com/colekcimol))

VoxYouths.Com - VoxYours, ada kabar mengejutkan nih dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Seorang dokter residen yang lagi ambil Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di Fakultas Kedokteran Unpad jadi sorotan publik.

Dokter berinisial P yang berusia 31 tahun ini diduga melakukan tindakan yang bikin kita semua geleng-geleng kepala.

Nggak nyangka banget, kejadian ini terjadi di lantai 7 gedung RSHS Bandung pada Maret 2025. Yang bikin lebih parah, korbannya adalah anak perempuan dari salah satu pasien!

Baca Juga: Kemenkes Bertindak Tegas: STR Dokter Residen Pelaku Kekerasan Seksual Dicabut

Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku pada 28 Maret 2025. Bahkan, pelaku udah dihadirkan dalam konferensi pers Polda Jabar pada Rabu, 9 April 2025.

Nah, yang bikin kasus ini makin mencengangkan, Kombes Surawan selaku Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar mengungkap fakta mengejutkan.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku menunjukkan tanda-tanda kelainan seksual. Kami akan perkuat temuan ini dengan pemeriksaan forensik," ungkapnya dalam konferensi pers.

Yang bikin tambah miris, ternyata pelaku udah berkeluarga lho! Ini dibenarkan sama Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, yang bilang status ini sesuai dengan data di KTP pelaku.

Baca Juga: Heboh Kasus RSHS Bandung: Polda Jabar Konfirmasi Tersangka Pemerkosa Merupakan Dokter Residen Anestesi

Untuk memperkuat kasus ini, polisi udah mengamankan beberapa barang bukti penting. Surawan mengkonfirmasi kalau di antara barang bukti yang disita ada obat bius dan kondom bersperma. Waduh!

Pihak Unpad juga nggak tinggal diam nih. Mereka langsung ambil tindakan tegas terhadap pelaku yang notabene adalah peserta didik mereka. Melalui siaran pers resmi pada Rabu, 9 April 2025,

Unpad menegaskan: "Karena terduga merupakan PPDS yang dititipkan di RSHS dan bukan karyawan RSHS, kami langsung memberhentikan yang bersangkutan dari program PPDS."

Baca Juga: Belum Ditahan, Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kalbar Dilantik Jadi Anggota DPRD: Begini Kata Kompolnas

Saat ini, kasus masih ditangani kepolisian dan pelaku udah kena sanksi akademik. Tapi yang lebih penting, kasus ini jadi wake-up call buat semua pihak, terutama dalam hal perlindungan terhadap korban dan perbaikan sistem etika di dunia kedokteran.

Halaman:

Tags

Terkini