Cancel Culture: Ketika Netizen Jadi Hakim Sosial

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 21:02 WIB
Poster Petisi 'Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden' pada 4 Desember 2024.  ((change.org))
Poster Petisi 'Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden' pada 4 Desember 2024. ((change.org))

Bukti konkret betapa keras sanksi sosial bisa bekerja!

Catatan Penting

Menurut riset Pew Research Center, 22 persen warga Amerika sudah menggunakan cancel culture.

Baca Juga: Ditagih Uang Damai Rp50 Juta? Begini Fakta Terbaru Guru Supriyani yang Dituding Aniaya Murid SD di Sultra

49 persen di antaranya menganggap ini konsekuensi yang harus diterima.

Intinya, di era digital sekarang, publik punya kuasa besar. Satu kesalahan bisa jadi bumerang yang menghancurkan karier!

Jadi, apa pendapat kamu soal cancel culture, VoxYours? Adil atau tidak ya? Mari kita diskusikan!***

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Sumber: Britannica, Pew Research Center

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X