Pemilik Railway Tuan Cafe Viral di Sosmed: Usir Pelanggan, Ada Apa?

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Minggu, 7 Juli 2024 | 16:37 WIB
Railway Tuan Cafe dengan stiker Free Palestine. (railwaycafehanoi)
Railway Tuan Cafe dengan stiker Free Palestine. (railwaycafehanoi)

VoxYouths.Com - Baru-baru ini, nama Railway Tuan Cafe di Hanoi, Vietnam, mendadak viral di media sosial. Bukan karena kopinya yang enak atau suasananya yang asyik, tapi gara-gara aksi pemiliknya yang mengusir turis Israel.

Kejadian di Railway Tuan Cafe ini terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh seorang di medsos yang akhirnya viral dan mengundang perhatian banyak orang.

Restoran yang namanya Railway Tuan Cafe ini di Vietnam bikin heboh karena mereka bilang gak mau layanin orang Israel sebagai bentuk protes atas kekejaman Israel ke rakyat Palestina.

Baca Juga: Viral Influencer Saham Gagal Kelola Dana Investor Rp71 Miliar, Terancam Pidana!

Pemilik restoran ini juga bilang jelas-jelas di akun X Censored Men bahwa mereka tolak konsumen dari Israel.

Dalam video tersebut, terlihat pemilik Railway Tuan Cafe, dengan tegas mengatakan kepada warga Israel tersebut bahwa dia nggak menerima tamu dari negara mereka di kafenya.

"Restoran kami tidak menerima tamu dari negara Anda," kata pemilik dalam video tersebut.

Ada yang menduga alasannya mengusir turis Israel tersebut bahwa dia memiliki sentimen pribadi terhadap Israel, atau mungkin karena dia ingin menunjukkan dukungannya terhadap Palestina.

Apapun alasannya, aksi pemilik Railway Tuan Café berhasil mengundang perhatian banyak kalangan.

Baca Juga: Gempar! ODGJ Dimutilasi ODGJ di Garut, Video Viral di Sosmed

Mereka berpendapat bahwa pemilik berhak mendukung Palestina dan menunjukkan solidaritasnya.

Bahkan, di depan restoran ada stiker "Free Palestine" yang menunjukkan dukungan mereka terhadap Palestina.

Mereka ngelakuin ini sebagai bentuk dukungan sama perjuangan rakyat Palestina yang terus dianiaya sama Israel.

Si pemilik kafe bahkan sampai nunjukin jari tengah ke pengunjung Israel yang nyoba merekam penolakan mereka.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X