"Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas memasuki wilayah Kuningan - Kabupaten Cirebon dari arah barat daya sekitar pukul 18.35 - 18.39," jelas Thomas lewat akun Instagram-nya @t_djamal.
Analisis ini juga didukung data dari sensor BMKG Cirebon yang pada pukul 18:39:12 WIB mendeteksi getaran.
Getaran ini kemungkinan besar adalah gelombang kejut (shockwave) yang dihasilkan saat meteor menerobos atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi.
"Meteor jatuh di Laut Jawa," tambahnya.
Baca Juga: Fakta Radiasi Cesium-137 Cikande: Penyebab, Dampak & Penanganan Terbaru
3. Bukan Bagian dari Hujan Meteor Draconid
Meskipun kejadian ini bertepatan dengan puncak hujan meteor Draconid (5-8 Oktober), Thomas menegaskan bahwa "bola api" Cirebon ini bukan bagian darinya.
Hujan meteor Draconid berasal dari serpihan kecil komet yang habis terbakar di atmosfer dan biasanya hanya tampak seperti bintang jatuh biasa.
Sementara itu, meteor di Cirebon ini adalah satu benda besar yang bahkan bisa menghasilkan gelombang kejut dan suara dentuman.
4. BMKG Masih Telusuri Sumber Dentuman
Meskipun BRIN sudah yakin itu meteor, BMKG Stasiun Kertajati masih mengumpulkan data tambahan, terutama untuk memastikan sumber suara dentuman.
Kepala Tim Kerja BMKG Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, mengatakan bahwa suara dentuman bisa berasal dari banyak hal, termasuk petir.
Namun, ia memastikan bahwa saat kejadian, cuaca di Cirebon cerah berawan.
"Berdasarkan citra satelit, tidak ada indikasi awan konvektif (awan petir) di sekitar wilayah Cirebon saat kejadian," kata Fuad.
Jadi, kecil kemungkinan suara dentuman itu berasal dari petir.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pemerintah Akan Hapus Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan 2025
Artikel Terkait
Pertamina x Pindad Ciptakan ILI UT: Inovasi Teknologi Inspeksi Pipa Migas Berbasis Ultrasonik Pertama di Indonesia
Mengenal ILI UT: Keunggulan dan Prospek Teknologi Migas Masa Depan
4 Fakta Insiden Viral Rombongan Pemotor Hentikan Bus di Tikungan Ciwidey yang Kini Didalami Polisi
Host Live Streaming Jadi Profesi Menjanjikan 2025: 10.000 Lowongan Kerja Tersedia!
Gaji Host Live Streaming 2025 Capai Rp 3-5 Juta Per Bulan: Masuk 7 Besar Pekerjaan Paling Dibutuhkan