VoxYouths.Com - VoxYours, siapa sih yang nggak kesel kalau liburan tiba, eh... harga tiket pesawat malah bikin kantong menjerit?
Udah jadi rahasia umum kalau setiap musim liburan, mulai dari Nataru (Natal dan Tahun Baru) sampe mudik lebaran, harga tiket pesawat selalu bikin geleng-geleng kepala.
Nah, penasaran kan kenapa bisa semahal itu? Akhirnya, misteri ini terkuak juga nih! Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, buka-bukaan soal ini pas dipanggil sama Komisi V DPR RI kemarin, Kamis (23/1/2025) di Jakarta.
Baca Juga: Fenomena Langka! Pesawat Cathay Pacific 'Kembali ke Masa Lalu' saat Tahun Baru
Dalam rapat yang sebenernya buat evaluasi Nataru ini, Wamildan blak-blakan nyeritain apa aja sih yang bikin tiket pesawat jadi mahal banget.
Dia juga ngejelasin gimana posisi Garuda sebagai maskapai full service yang otomatis bikin harga tiketnya lebih tinggi.
Dua Biang Kerok Utama Harga Tiket Mahal
Ternyata ada dua tersangka utama nih yang bikin tiket pesawat melambung. Pertama, biaya avtur alias bahan bakar pesawat. Kedua, biaya sewa pesawat. Gede banget lho dampaknya!
"Jadi gini, komponen harga tiket yang paling gede itu dari avtur, sekitar 35 persen. Terus ada biaya sewa pesawat yang nyampe 30 persen," jelas Wamildan.
Yang bikin kaget, ternyata buat sewa satu pesawat aja per bulannya bisa nyampe 300 ribu dollar AS! "Nah, dua komponen ini yang paling berasa banget buat kami maskapai," tambahnya.
Baca Juga: Kronologi Pesawat Singapore Airlines Alami Turbulensi Parah, 1 Tewas Puluhan Luka-Luka
Belum Lagi Urusan di Bandara...
Eh, tunggu dulu! Ternyata bukan cuma avtur sama sewa pesawat doang. Bos Garuda ini juga cerita kalo ada 'pengeluaran tambahan' yang harus dibayar maskapai buat layanan di bandara.
Apa aja tuh? Ada biaya lepas landas, pendaratan, sewa ruangan bandara, bea masuk suku cadang, sampe parkir pesawat. Yang bikin tambah pusing, hampir semuanya kena pajak!
"Jadi setiap transaksi yang kita lakuin, mulai dari avtur sampe jasa di bandara termasuk sewa ruangan, semuanya kena pajak," ungkap Wamildan. "Belum lagi bea masuk buat suku cadang yang masuk ke Indonesia, itu juga dipajak," tambahnya.
Garuda: Untungnya Tipis karena Full Service
Yang menarik nih, Wamildan juga ngasih tau kalo Garuda sebagai maskapai full service punya margin untung yang tipis banget.
Artikel Terkait
Bosan dengan Keramaian Kota? Yuk, Healing di Vila Kampung Amieh Bukit Hambalang!
7 Destinasi Wisata Warga Jabodetabek Seru yang Bikin Liburan Makin Asyik
Wisata Hutan Jati Gubug Payung Tempat Syuting 'Zona Merah': Misteri, Pesona Alam, dan Sedikit Sejarah yang Terlupakan
Gunung Barujari: Kenalan Sama Si ‘Anak Bawang’ Gunung Rinjani yang Super Aktif
Kenapa Gunung Jingshan Disebut Gunung? Ada Cerita Unik di Baliknya!