Direktur Garuda Buka-bukaan: Ini Alasan Kenapa Tiket Pesawat Selalu Mahal Saat Liburan

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 17:12 WIB
Bos Garuda ungkap alasan tiket pesawat Garuda mahal. ((Instagram.com/garuda.indonesia))
Bos Garuda ungkap alasan tiket pesawat Garuda mahal. ((Instagram.com/garuda.indonesia))

VoxYouths.Com - VoxYours, siapa sih yang nggak kesel kalau liburan tiba, eh... harga tiket pesawat malah bikin kantong menjerit?

 Udah jadi rahasia umum kalau setiap musim liburan, mulai dari Nataru (Natal dan Tahun Baru) sampe mudik lebaran, harga tiket pesawat selalu bikin geleng-geleng kepala.

Nah, penasaran kan kenapa bisa semahal itu? Akhirnya, misteri ini terkuak juga nih! Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, buka-bukaan soal ini pas dipanggil sama Komisi V DPR RI kemarin, Kamis (23/1/2025) di Jakarta.

Baca Juga: Fenomena Langka! Pesawat Cathay Pacific 'Kembali ke Masa Lalu' saat Tahun Baru

Dalam rapat yang sebenernya buat evaluasi Nataru ini, Wamildan blak-blakan nyeritain apa aja sih yang bikin tiket pesawat jadi mahal banget.

Dia juga ngejelasin gimana posisi Garuda sebagai maskapai full service yang otomatis bikin harga tiketnya lebih tinggi.

Dua Biang Kerok Utama Harga Tiket Mahal

Ternyata ada dua tersangka utama nih yang bikin tiket pesawat melambung. Pertama, biaya avtur alias bahan bakar pesawat. Kedua, biaya sewa pesawat. Gede banget lho dampaknya!

"Jadi gini, komponen harga tiket yang paling gede itu dari avtur, sekitar 35 persen. Terus ada biaya sewa pesawat yang nyampe 30 persen," jelas Wamildan.

Yang bikin kaget, ternyata buat sewa satu pesawat aja per bulannya bisa nyampe 300 ribu dollar AS! "Nah, dua komponen ini yang paling berasa banget buat kami maskapai," tambahnya.

Baca Juga: Kronologi Pesawat Singapore Airlines Alami Turbulensi Parah, 1 Tewas Puluhan Luka-Luka

Belum Lagi Urusan di Bandara...

Eh, tunggu dulu! Ternyata bukan cuma avtur sama sewa pesawat doang. Bos Garuda ini juga cerita kalo ada 'pengeluaran tambahan' yang harus dibayar maskapai buat layanan di bandara.

Apa aja tuh? Ada biaya lepas landas, pendaratan, sewa ruangan bandara, bea masuk suku cadang, sampe parkir pesawat. Yang bikin tambah pusing, hampir semuanya kena pajak!

"Jadi setiap transaksi yang kita lakuin, mulai dari avtur sampe jasa di bandara termasuk sewa ruangan, semuanya kena pajak," ungkap Wamildan. "Belum lagi bea masuk buat suku cadang yang masuk ke Indonesia, itu juga dipajak," tambahnya.

Garuda: Untungnya Tipis karena Full Service

Yang menarik nih, Wamildan juga ngasih tau kalo Garuda sebagai maskapai full service punya margin untung yang tipis banget.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X