Diawali dengan parade sepeda ontel yang diikuti oleh para lansia diikuti para peserta menggunakan
berbagai kostum unik yang memberikan ciri khas dari nusantara yaitu baju adat dan juga baju modifikasi dengan sayap yang besar.
Selain itu juga ada parade dari Musik Benjang Indonesia yang ikut serta memeriahkan parade disertai singa-singaan yang mereka gotong sepanjang parade.
Ada juga Barongsay dan kesenian Tionghoa yang turut memeriahkan acara, para anak kecil turut senang melihat barongsay.
Serta Boneka wayang yang besar menyerupai cepot dan kawan-kawannya turut menghiasi keanekaragam parade.
Acara sempat berhenti karena cuaca tidak mendukung, namun ternyata tidak memadamkan Antusiasme masyarakat untuk menonton parade.
Meskipun diguyur hujan, Festival Konferensi Asia Afrika 2024 tetap berjalan dan menggunakan jas hujan plastik, masyarakat tetap menyaksikan parade.(VY)
Artikel Terkait
Menjelajah Pesona Alam Puncak Jayagiri Lembang: Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Tangkuban Perahu
Menjelajahi Surga Bunga Anggrek di Orchid Forest Cikole Lembang Bandung
Wisata Kuda Pakuhaji Bandung: Lokasi, Harga Tiket, Jam Buka, Surga Liburan Keluarga yang Bikin Ketagihan!
The Keranjang Bali: Pusat Oleh -oleh Bali Dalam Satu Keranjang