Jelajahi Karya Seni Modern hingga Kontemporer di Museum Tumurun: Destinasi Wisata Kota Solo yang Sedang Hits

Photo Author
Fakhrun Nisa, Vox Youths
- Senin, 19 Februari 2024 | 19:03 WIB
Salah satu koleksi di Museum Tumurun yang menjadi destinasi wisata Kota Solo (Voxyouths/Fakhrun Nisa)
Salah satu koleksi di Museum Tumurun yang menjadi destinasi wisata Kota Solo (Voxyouths/Fakhrun Nisa)

Voxyouths.com - Hai Voxyours! Kamu lagi wisata di Kota Solo atau lagi merencanakan traveling di sana? Butuh rekomendasi tempat untuk dikunjungi? Nah, Museum Tumurun ini bisa banget lho dimasukin ke list untuk didatengin ramai-ramai sama bestie atau bisa juga jadi ide museum date sama gebetan.

Wisata di Kota Solo tuh banyak banget ya! Di antara sekian banyak itu, ada Museum Tumurun yang lagi hits dan jadi tujuan bagi wisatawan. Bahkan, orang-orang dari luar kota banyak yang sengaja datang ke Solo untuk mampir ke tempat ini lho!

Yuk kita jelajahi sama Museum Tumurun!

Sejarah Museum Tumurun

Museum Tumurun atau Tumurun Private Museum adalah museum yang mendukung pendidikan seni dengan koleksi karya seni yang beragam, mulai dari maestro berpengalaman hingga seniman muda pemula. Seniman-seniman Indonesia punya kesempatan untuk mengadakan pameran lho di sini.

Letaknya yang strategis di jantung kota Surakarta membuat Museum Tumurun menjadi salah satu destinasi wisata Kota Solo.

Jika ditilik dari sejarahnya, Museum Tumurun merupakan museum pribadi milik anak dari pendiri perusahaan tekstil terbesar Asia, PT. Sritex. Iwan Kurniawan Lukminto mendirikan museum ini sebagai bentuk penghormatan kepada sang Ayah, HM Lukminto, seorang kolektor dan penikmat karya seni.

Kadang orang bertanya-tanya, apa sih daya tarik dari sebuah museum?

Sebagian orang mungkin masih berpikir museum hanya identik dengan barang-barang kuno, tetapi di Museum Tumurun kesan itu akan hilang. Karena di sini, Voxyours akan dimanjakan dengan berbagai koleksi karya seni, mulai dari seni modern hingga seni kontemporer. Salah satu koleksi yang menjadi ikon Museum Tumurun adalah Floating Eyes karya Wedhar Riyadi.

Selain karya seni berupa patung atau lukisan, beberapa pameran juga sering diselenggarakan di Museum Tumurun. Salah satunya adalah Pameran Kartsba yang masih akan berlangsung hingga 25 Mei 2024.

Pameran yang dikuratori oleh Hendra Himawan ini mengambil istilah pembalikan kata dari 'abstrak'. Koleksi yang ditampilkan adalah karya dari Ahmad Sadali, Srihadi Soedarsono, But Muchtar, Sunaryo, Abdul Djalil Pirous, Fadjar Sidik, dan masih banyak lagi.

Apakah perlu reservasi untuk berkunjung ke Museum Tumurun?

Jawabannya adalah ya. Voxyours harus mengakses laman www tumurunmuseum.org untuk mendapatkan tiketnya.

Ada dua jenis tiket yang bisa Voxyours dapatkan, yaitu tiket gratis dan berbayar. Tapi, untuk tiket gratis, ada kuota terbatas lho. Jadi Voxyours harus gercep!

Baca Juga: Wayang Orang Sriwedari; Wisata Budaya di Kota Solo yang Semakin Hits di Kalangan Anak Muda

Berapa harga tiket Museum Tumurun?

Untuk tiket berbayar, Voxyours cukup membayar sebesar Rp25.000/ orang untuk segala usia.

Kalau Voxyours sudah bisa reservasi, nantinya akan dikirim bukti transaksi melalui email yang menjadi tanda masuk museum.

Halaman:

Editor: Fakhrun Nisa

Sumber: surakarta.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X