Setelah Mepamit, calon pengantin wanita (pradana) akan menjadi tanggung jawab calon pengantin pria (purusha) dan keluarganya di masa depan.
Makna Mendalam di Balik Tradisi Dharma Suaka dan Mepamit
Baik Dharma Suaka maupun Mepamit memiliki makna yang mendalam dalam pernikahan adat Bali.
Dharma Suaka melambangkan rasa hormat dan penghormatan purusha dan keluarganya kepada leluhur mempelai wanita.
Sedangkan Mepamit melambangkan pelepasan tanggung jawab keluarga mempelai wanita kepada purusha dan keluarganya.
Kedua tradisi ini juga menjadi pengingat bagi calon pengantin tentang pentingnya menjaga nilai-nilai kekeluargaan dan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.
Artikel Terkait
Pecinta Film Korea Merapat! 5 Film Korea Terbaik Wajib Tonton di 2024
"The Architecture of Love" Tayang di Bioskop: Kisah Inspiratif tentang Cinta, Kehidupan, dan Penemuan Diri
Jang Ki Yong Comeback Lewat Drakor "The Atypical Family": Unik dan Penuh Kejutan, Penasaran Seperti Apa?
5 Rahasia Bugar Ala Cristiano Ronaldo: Tubuh Tetap Atletis Meski Menjelang 40 Tahun