sastra

Contoh Analisis Puisi "Perkenankanlah Aku Mencintaimu" Karya Gus Mus

Jumat, 26 April 2024 | 21:37 WIB
Analisis Puisi Gus Mus berjudul Perkenankanlah Aku Mencintaimu (Fb Sebait Sajak)

Imaji yang terdapat dalam puisi pun bisa langsung dibayangkan oleh pembaca maupun pendengarnya. Seperti larik "Tanpa kekecewaan yang berarti" yang mengandung imaji perasaan dan larik "Menyebut-nyebut namamu" yang mengandung imaji auditif atau pendengaran.

Puisi “Perkenankanlah Aku Mencintaimu” menggambarkan harapan seseorang terhadap kekasih yang dicintainya.

Dalam puisi ini, tiada paksaan yang ditimbulkan dari mencintai, dan juga tiada paksaan untuk memiliki dan minta dicintai. Seperti dalam bait berikut.

....
Harapan-harapan yang setiap kali
Dikecewakan kenyataan
Biarlah dibayar oleh harapan-harapan baru
yang menjanjikan
....

Dalam mencintai seseorang tidak ada syarat kalau orang tersebut juga harus mencintai kita. Karena mencintai itu sama halnya seperti memberi. Tidak ada pemaksaan. Seperti dalam penggalan puisinya,

....
Berdiri di depan pintumu tanpa harapan
Kau membukakannya pun terasa nyaman
Sekali-kali membayangkan kau
Memperhatikanku pun cukup memuaskan
Perkenankanlah aku mencintaimu sebisaku

Bait di atas menyiratkan bahwa karya Gus Mus tidak membuat kita menjadi kuat, pemberani, sakti, dan pemaksa.

Namun sebaliknya, karya Gus Mus membuat kita menjadi orang dengan pikiran jernih, bening, menjadikan kita manusia sewajar-wajarnya yang harus saling memahami.

Demikian contoh analisis terhadap puisi berjudul "Perkenankanlah Aku Mencintaimu" Karya Gus Mus.

Semoga artikel ini bermanfaat! Jangan lupa share artikel ini ya!

Voxyours juga bisa follow akun sosial media kami di Facebook, Twitter, dan Instagram @Voxyouths untuk mendapatkan update terbaru tentang berita informasi positif juga inspiratif untuk generasi millennial dan gen-Z di Indonesia.***

Halaman:

Tags

Terkini