Contoh Analisis Puisi "Perkenankanlah Aku Mencintaimu" Karya Gus Mus

Photo Author
Fakhrun Nisa, Vox Youths
- Jumat, 26 April 2024 | 21:37 WIB
Analisis Puisi Gus Mus berjudul Perkenankanlah Aku Mencintaimu (Fb Sebait Sajak)
Analisis Puisi Gus Mus berjudul Perkenankanlah Aku Mencintaimu (Fb Sebait Sajak)

Semampuku

Menyebut-nyebut namamu

Dalam kesendirian pun lumayan

Berdiri di depan pintumu tanpa harapan

Kau membukakannya pun terasa nyaman

Sekali-kali membayangkan kau

Memperhatikanku pun cukup memuaskan

Perkenankanlah aku mencintaimu sebisaku

 

Analisis Puisi "Perkenankanlah Aku Mencintaimu"

Puisi di atas merupakan salah satu puisi karya Ahmad Mustofa Bisri atau lebih akrab disapa Gus Mus. Salah seorang penyair yang mempunyai ciri khas dalam setiap tulisannya.

Sastra karya Gus Mus, terutama puisi-puisinya senantiasa menekankan aspek kesederhanaan dalam setiap kata dan barisnya, seperti puisi di atas.

Dalam puisi “Perkenankanlah Aku Mencintaimu” Gus mus menggunakan tipografi, bunyi, diksi, imaji, dan makna yang bersahaja.

Pembaca tidak perlu memikirkan terlalu rumit apa kiranya yang ada di balik karya Gus Mus, karena semua telah terpapar ketika kita membacanya.

Diksi yang dipakai oleh Gus Mus merupakan bahasa sehari-hari yang sering digunakan dalam bercakap. Seperti penggalan puisi di bawah ini.

....
Menyebut-nyebut namamu
Dalam kesendirian pun lumayan
....

Halaman:

Editor: Fakhrun Nisa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X