Semampuku
Menyebut-nyebut namamu
Dalam kesendirian pun lumayan
Berdiri di depan pintumu tanpa harapan
Kau membukakannya pun terasa nyaman
Sekali-kali membayangkan kau
Memperhatikanku pun cukup memuaskan
Perkenankanlah aku mencintaimu sebisaku
Analisis Puisi "Perkenankanlah Aku Mencintaimu"
Puisi di atas merupakan salah satu puisi karya Ahmad Mustofa Bisri atau lebih akrab disapa Gus Mus. Salah seorang penyair yang mempunyai ciri khas dalam setiap tulisannya.
Sastra karya Gus Mus, terutama puisi-puisinya senantiasa menekankan aspek kesederhanaan dalam setiap kata dan barisnya, seperti puisi di atas.
Dalam puisi “Perkenankanlah Aku Mencintaimu” Gus mus menggunakan tipografi, bunyi, diksi, imaji, dan makna yang bersahaja.
Pembaca tidak perlu memikirkan terlalu rumit apa kiranya yang ada di balik karya Gus Mus, karena semua telah terpapar ketika kita membacanya.
Diksi yang dipakai oleh Gus Mus merupakan bahasa sehari-hari yang sering digunakan dalam bercakap. Seperti penggalan puisi di bawah ini.
....
Menyebut-nyebut namamu
Dalam kesendirian pun lumayan
....
Artikel Terkait
Wayang Orang Sriwedari; Wisata Budaya di Kota Solo yang Semakin Hits di Kalangan Anak Muda
Review Buku : Filosofi Teras Filsafat Yunani Romawi Kuno Untuk Mental Tangguh Masa Kini
Jelajahi Karya Seni Modern hingga Kontemporer di Museum Tumurun: Destinasi Wisata Kota Solo yang Sedang Hits
Museum MACAN Buka Gratis untuk Semua: MACANOpenHouse 2024