sastra

Feminisme dan Peran Perempuan dalam Sri Sumarah: Antara Ketangguhan dan Tradisi

Kamis, 20 Februari 2025 | 14:21 WIB
Novel Sri Sumarah yang mengangkat isu feminisme dan tradisi budaya terhadap perempuan. (instagram.com/penerbit_pocer)

Voxyouths.com - Hai, Voxyours! Jadi perempuan itu kadang rumit.

Di satu sisi, ada feminisme yang ngajarin kalau perempuan harus bebas, mandiri, dan nggak boleh dikekang.

Tapi di sisi lain, masih banyak budaya yang menuntut perempuan buat tetap tunduk sama norma yang ada.

Nah, di novel Sri Sumarah dan Bawuk, Umar Kayam ngangkat isu ini dengan cara yang unik.

Lewat tokoh Sri Sumarah, kita bisa lihat gimana perempuan menghadapi kehidupan yang penuh tantangan, tapi tetap berusaha bertahan.

Menariknya, novel ini nggak cuma bicara soal feminisme, tapi juga soal realitas sosial yang dihadapi perempuan.

Ada kontradiksi antara keinginan buat bebas dan tuntutan budaya yang masih kuat.

Umar Kayam seakan ngajak kita buat mikir, gimana sih sebenarnya peran perempuan dalam masyarakat?

Apakah harus tunduk atau justru bisa mencari jalan tengah? Yuk, kita kupas lebih dalam!

Baca Juga: Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck: Cinta, Adat, dan Tragedi di Pusaran Hindia Belanda

Analisis Feminisme dan Peran Perempuan dalam Novel Sri Sumarah

Tema yang diangkat dalam cerita Sri Sumarah adalah sosio kultural dengan tokoh seorang perempuan tangguh, yang tentunya tidak lepas dari feminisme.

Hal ini kemudian tidak bisa dilepaskan dari feminisme potmodern yang membebaskan perempuan dari pemikiran yang sebelumnya mengekang.

Perempuan mencoba melihat bahwa sesuatu yang buruk sebenarnya adalah sesuatu yang baik.

Sri Sumarah, sebagai seorang single parents mempunyai peranan yang sangat besar dan dia mengeksplor kemampuannya dalam bertahan hidup.

Halaman:

Tags

Terkini