Voxyouths.com - Joko Pinurbo, sang maestro puisi kontemporer Indonesia, telah meninggalkan jejak abadi dalam dunia sastra tanah air.
Dikenal dengan julukan Jokpin, penyair ternama ini telah memikat hati para pembaca dengan puisi-puisinya yang singkat, penuh makna, dan sarat filosofi.
Joko Pinurbo mampu mengangkat tema-tema keseharian dengan cara yang unik dan tak terduga. Kemampuannya dalam bermain kata, humor, dan ironi menjadi ciri khasnya yang tak tergantikan.
Di antara karya-karyanya yang memukau, beberapa puisi berikut telah menjadi ikon Jokpin:
- "Celana": Puisi yang mengangkat tema sederhana namun sarat makna tentang kehidupan dan kematian.
- "Telepon Genggam": Sebuah refleksi tentang ketergantungan manusia terhadap teknologi di era modern.
- "Di Bawah Kibaran Sarung": Puisi yang menggambarkan keragaman budaya dan tradisi Indonesia.
- "Pacarkecilku": Sebuah puisi romantis yang menyentuh hati.
Berikut beberapa contoh puisi karya Joko Pinurbo yang terkenal dan bersemayam di hati para pengagumnya.
Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya
Tuhan, ponsel saya
rusak dibanting gempa.
Nomor-nomor kontak saya hilang semua.
Satu-satunya yang tersisa
ialah nomorMu.
Tuhan berkata:
Dan itulah satu-satunya nomor
yang tak pernah kausapa.
(2018)
Dalam buku kumpulan puisi “Perjamuan Khong Guan” (2020)
Celana, 1
Ia ingin membeli celana baru
buat pergi ke pesta
supaya tampak lebih tampan
dan meyakinkan.
Ia telah mencoba seratus model celana
di berbagai toko busana
namun tak menemukan satu pun
yang cocok untuknya.
Bahkan di depan pramuniaga
yang merubung dan membujuk-bujuknya
ia malah mencopot celananya sendiri
dan mencampakkannya.
“Kalian tidak tahu ya
aku sedang mencari celana
yang paling pas dan pantas
buat nampang di kuburan.”
Lalu ia ngacir
tanpa celana
dan berkelana
mencari kubur ibunya
hanya untuk menanyakan:
“Ibu, kausimpan di mana celana lucu
yang kupakai waktu bayi dulu?”
Artikel Terkait
Review Buku : Filosofi Teras Filsafat Yunani Romawi Kuno Untuk Mental Tangguh Masa Kini
Contoh Analisis Puisi "Perkenankanlah Aku Mencintaimu" Karya Gus Mus